JAKARTA, ifakta.co – Kecamatan Kalideres menunjukkan dominasinya dalam ajang Festival Bedug Kota Jakarta Barat 2026. Dua tim unggulannya, Abu Nawas dan Izzatul Fatta, sukses menyabet juara pertama dan ketiga dalam kompetisi tahunan tersebut.

Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Kalideres sebagai salah satu kecamatan dengan potensi seni budaya Islam yang kuat di wilayah Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengapresiasi prestasi tersebut dan meminta agar para pemenang segera mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Iklan

“Para pemenang harus mempersiapkan diri secara optimal. Dengan latihan intensif dan pembinaan yang baik, saya yakin perwakilan Jakarta Barat mampu tampil maksimal dan meraih prestasi di tingkat provinsi,” ujar Iin, Rabu (25/2/2026).

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Tony Bako, menjelaskan Festival Bedug 2026 diikuti 16 tim dari delapan kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengirimkan dua perwakilan terbaiknya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, tim Abu Nawas dari Kalideres keluar sebagai juara pertama, disusul Squad Kembangan dari Kecamatan Kembangan sebagai juara kedua, serta Izzatul Fatta dari Kalideres di posisi ketiga.

Penilaian lomba meliputi sejumlah aspek, di antaranya kreativitas aransemen, kekompakan tim, teknik pukulan bedug, harmonisasi vokal, hingga penampilan keseluruhan di atas panggung.

Selain trofi dan uang pembinaan, para juara berhak mewakili Jakarta Barat dalam Festival Bedug tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Untuk kategori juara harapan, posisi pertama diraih tim The Babeh Alsyawal, sementara juara harapan kedua diraih tim Masjid Raya Hasyim Asy’ari dari Kecamatan Cengkareng.

Tony memastikan pihaknya akan mengintensifkan pembinaan guna mematangkan kesiapan para pemenang sebelum berlaga di tingkat provinsi.

“Pembinaan akan kami optimalkan agar mereka siap tampil dan membawa nama baik Jakarta Barat di tingkat DKI,” tegasnya.Festival Bedug sendiri menjadi agenda rutin yang digelar sebagai bagian dari pelestarian seni budaya Islami sekaligus ajang pembinaan generasi muda di bidang seni tradisional. (AMN)