JAKARTA, ifakta.co – Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadhan dan hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Shalat ini memiliki banyak keutamaan dan fadhilah yang besar.

Barang siapa melaksanakannya secara berjamaah, maka ia memperoleh pahala seperti melaksanakan shalat satu malam penuh.

Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan secara rinci keutamaan shalat Tarawih pada setiap malam selama bulan Ramadhan, sebagai berikut:

Iklan

Malam Ke-1

يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ

Artinya: Pada malam pertama, seorang mukmin yang melaksanakan Tarawih akan terbebas dari dosa-dosanya seperti saat ia baru dilahirkan oleh ibunya.

Malam Ke-2

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ

Artinya: Pada malam kedua, dosa orang yang melaksanakan Tarawih diampuni, begitu pula dosa kedua orang tuanya apabila keduanya beriman.

Malam Ke-3

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ

Artinya: Pada malam ketiga, seorang malaikat dari bawah Arasy menyeru agar ia memulai kembali amal kebaikan, karena Allah telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Malam Ke-4

وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ

Artinya: Pada malam keempat, ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.

Malam Ke-5

وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى

Artinya: Pada malam kelima, Allah menganugerahkan pahala seperti orang yang melaksanakan shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjidil Aqsha.

Malam Ke-6

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ

Artinya: Pada malam keenam, Allah memberinya pahala seperti pahala malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur, dan setiap batu serta tanah memohonkan ampunan untuknya.

Malam Ke-7

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ

Artinya: Pada malam ketujuh, seakan-akan ia hidup pada masa Nabi Musa AS dan turut menolong beliau menghadapi Fir’aun dan Haman.

Malam Ke-8

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ

Artinya: Pada malam kedelapan, Allah memberinya karunia sebagaimana karunia yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.

Malam Ke-9

وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّمَا عَبَدَ اللهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ

Artinya: Pada malam kesembilan, seakan-akan ia beribadah kepada Allah sebagaimana ibadah para Nabi.

Malam Ke-10

وَفِى اللَّيْلَةِ الْعَاشِرَةِ يَرْزُقُهُ اللهُ تَعَالَى خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: Pada malam kesepuluh, Allah menganugerahkan kepadanya kebaikan di dunia dan juga di akhirat.

Demikian keutamaan shalat Tarawih pada sepuluh malam pertama bulan Ramadhan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Durratun Nashihin. Keutamaan-keutamaan tersebut menunjukkan betapa besar rahmat dan ampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan yang penuh berkah ini.

Shalat Tarawih bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi juga momentum untuk membersihkan diri dari dosa, meningkatkan kualitas iman, serta memperkuat komitmen dalam beramal saleh.

Oleh karena itu, hendaknya kita memanfaatkan kesempatan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, khususnya dengan menjaga konsistensi dalam melaksanakan shalat Tarawih setiap malam.

Sumber: jatim.nu.or.id

(naf/kho)