SEOUL, ifakta.co — Pemerintah Korea Selatan bersama Asosiasi Produsen Otomotif Korea (KAMA) pada hari Senin secara resmi meminta Amerika Serikat untuk memberikan keringanan terhadap rencana penerapan biaya pelabuhan baru yang akan dikenakan pada semua pengangkut kendaraan buatan luar negeri yang memasuki pelabuhan-pelabuhan utama AS.
Langkah ini muncul setelah Washington mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya tambahan sebagai bagian dari kebijakan proteksionis yang bertujuan memperkuat industri manufaktur domestik. Rencana tersebut memicu kekhawatiran di kalangan produsen otomotif Korea Selatan, yang selama ini menjadikan pasar AS sebagai salah satu tujuan ekspor utama.
Dalam pernyataan bersama, Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan bersama KAMA menegaskan bahwa kebijakan tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap hubungan perdagangan bilateral serta merugikan konsumen Amerika sendiri karena berpotensi menaikkan harga kendaraan impor.
Iklan
“Kami meminta pemerintah Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali kebijakan ini atau setidaknya memberikan pengecualian bagi kendaraan asal Korea Selatan, mengingat kontribusi besar perusahaan otomotif kami terhadap perekonomian dan lapangan kerja di AS,” ujar perwakilan KAMA.
Hyundai Motor dan Kia, dua produsen terbesar dari Korea Selatan, selama ini telah menginvestasikan miliaran dolar untuk fasilitas produksi di beberapa negara bagian AS seperti Georgia dan Alabama. Selain itu, banyak kendaraan mereka yang diekspor langsung dari Korea untuk memenuhi permintaan pasar.
Pemerintah Korea Selatan berencana melanjutkan dialog dengan pejabat AS dalam forum perdagangan bilateral mendatang untuk menekankan pentingnya hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dan perlunya memperlakukan mitra dagang secara adil dalam kebijakan tarif dan biaya pelabuhan.
Pihak Gedung Putih maupun Departemen Transportasi AS belum memberikan komentar resmi atas permintaan tersebut. (Jo)




