PURBALINGGA, ifakta.co – Balita berinisial AFF (3) ditemukan meninggal dunia di selokan di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (2/4) sore. Korban diduga terseret arus air saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari perangkat desa terkait penemuan balita dalam kondisi meninggal dunia di selokan.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Polsek Bukateja langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” jelas Dono.

Iklan

Berdasarkan keterangan orang tua korban, Sudrajat (38), peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan deras turun. Saat itu, keluarga berada di dalam rumah dan tidak menyadari korban keluar untuk bermain hujan di depan rumah.

Mengetahui anaknya tidak berada di sekitar rumah, orang tua korban bersama warga melakukan pencarian. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam selokan.

“Diduga korban terpeleset dan jatuh ke selokan yang saat itu dialiri air deras. Korban kemudian terbawa arus sejauh kurang lebih 150 meter dari rumahnya,” ujar Kapolsek.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah kepada tindak pidana,” ungkap Kapolsek.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

Kapolsek turut mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca buruk.

“Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak balita, terutama saat hujan deras, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutur Kapolsek.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya saat musim hujan, terutama bagi anak-anak. Pengawasan orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

(naf/kho)