BEIJING, Ifakta.co – Pemerintah Tiongkok meningkatkan seruan untuk menjadikan kontribusi sektor rumah tangga sebagai prioritas utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional, seiring penyusunan rencana kebijakan lima tahun mendatang. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari ketergantungan pada investasi dan ekspor menuju model pertumbuhan yang lebih berfokus pada konsumsi domestik.

Dalam rancangan awal rencana lima tahun ke-15 yang saat ini tengah digodok oleh para perencana kebijakan di Beijing, disebutkan bahwa memperkuat daya beli rumah tangga akan menjadi elemen kunci dalam memastikan stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah mengakui bahwa sektor rumah tangga merupakan fondasi penting dalam mendorong permintaan domestik dan menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu.

Iklan

“China harus memprioritaskan peningkatan pendapatan dan keamanan sosial rumah tangga untuk merangsang konsumsi dan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas,” ujar pernyataan resmi dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).

Sejumlah kebijakan tengah dipertimbangkan, termasuk reformasi sistem pajak untuk memberikan lebih banyak insentif kepada konsumen, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, serta pelonggaran hambatan bagi rumah tangga dalam membeli properti dan barang tahan lama. Beijing juga menyoroti pentingnya memperkuat jaringan jaminan sosial dan meningkatkan kondisi kerja bagi pekerja migran dan kelas menengah ke bawah.

Dorongan ini datang di tengah perlambatan ekonomi Tiongkok pasca pandemi dan ketidakpastian eksternal akibat ketegangan perdagangan internasional. Dengan pertumbuhan ekspor yang mulai melambat dan investasi swasta yang masih lemah, konsumsi domestik dipandang sebagai pilar yang harus diperkuat untuk menopang ekonomi nasional.

Rencana lima tahun terbaru ini dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada Kongres Rakyat Nasional mendatang. Jika berhasil diterapkan, pergeseran kebijakan ini bisa menandai era baru di mana rumah tangga memainkan peran yang lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi Tiongkok. (FA)