Selundupkan Ganja 219 Kg, 3 Pemuda Asal Aceh Ditutut Hukuman Mati

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2020 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, JAKARTA – Tiga pria asal aceh sebagai terdakwa bandar narkotika jenis ganja seberat 219 kilogram, akhirnya dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

“Tuntutan dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis oleh JPU Ester Marissa Rotua Sihobing dalam persidangan secara telekonferensi,” kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari kantor berita antara di Jakarta, Jumat (5/6/2020)

Ketiga terdakwa itu yakni M Iqbal Ramadhana alias Chek Bin Suino (27), Henri Gunawan (22), dan Tajuddin Yusuf (20). Ketiganya ditangkap oleh Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada 24 Desember 2019.

Dalam surat tuntutan JPU dengan Nomor Registrasi Perk.PDM-158/JKT SL/02/2020 disebutkan ketiga terdakwa dituntut dengan dakwaan primair (berlapis) Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo. Pasal 55 Subsidair Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Nirwan mengatakan kasus ini berawal saat terdakwa Heri Gunawan didatangi terdakwa Ikbal alias Sibad (DPO) di daerah Samahani Aceh Besar, menawarkan untuk mengantarkan ganja ke Jakarta dengan imbalan uang sebesar Rp50 juta apabila berhasil.

Penawaran tersebut diterima oleh Heri Gunawan dengan segera mendatangi terdakwa Tajudi Yusuf untuk meminta bantuan dicarikan mobil yang akan digunakan untuk mengantar ganja tersebut ke Jakarta.

“Heri menawarkan uang sebesar Rp20 juta kepada Tajudin untuk segera mencarikan kendaraan yang akan membawa ganja tersebut ke Jakarta,” ujar Nirwan.

Pengiriman ganja ke Jakarta tersebut, nantinya akan disambut oleh terdakwa M Iqbal Ramadhana selaku orang yang mempersiapkan tempat penyimpanan yang aman di Jakarta.

Terdakwa Heri dan Tajudin lalu terbang ke Jakarta menggunakan pesawat dan langsung menemui terdakwa M Iqbal Ramadhana untuk bersama-sama menunggu paket ganja yang sedang dalam perjalanan pengiriman menggunakan jasa ekspedisi.

Setibanya jasa ekspedisi di indekos di Jalan Nimun Raya No. 32 Kelurahan Tanah Kusir, Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, yang dijadikan tempat penyimpanan ganja tersebut, langsung disambut oleh ketiga terdakwa, seketika Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penangkapan.

“Anggota tim Satnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan pengintaian sebelumnya, langsung melakukan penangkapan terhadap ketiganya,” kata Nirwan.

Petugas juga menyita barang bukti paket yang dibawa oleh jasa ekspedisi tersebut berisi ganja berat bruto keseluruhan 219 kg terdiri atas 198 bungkus besar yang masing-masing dilakban berwarna cokelat.

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Nazar Efriandi, JPU Ester membacakan tuntutannya secara telekonferensi, saat itu para terdakwa berada di Rutan Cipinang.

JPU Ester menyatakan terdakwa M Iqbal Ramadhana, Heri Gunawan dan Tajuddin Yusuf terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan, tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I beratnya melebihi 1 kg sebagaimana dalam dakwaan primair Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“JPU menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M Iqbal Ramadhana, Heri Gunawan dan Tajuddin Yusug masing-masing dengan pidana mati,” kata Nirwan.

Sidang selanjutnya akan ditunda dan kembali akan digelar pada Kamis (11/6) dengan agenda pembelaan para terdakwa.

(amr/ant)

Baca juga :  Ferdy Sambo Dapatkan Keringanan dari Hukuman Mati Jadi Penjara Seumur Hidup

Berita Terkait

Sejumlah Upaya Terus Dilakukan, Termasuk Proses Mediasi di PN Tangerang, Kuasa Hukum Penggugat Minta Widya Andescha Harus Kembalikan Hak Ketiga Kliennya
Tak Diberangkatkan, Ratusan Calon PMI Minta ke Widya Andescha Uang Dikembalikan
Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Sekjen PWI Pusat Laporkan Oknum Ketua LSM ke Polda Metro Jaya
Wisnu Harto S.H : Penahanan Kepala Desa Krinjing Tidak Sesuai Prosedur dan Dipaksakan, Dirinya Menuntut Praperadilan
Polres Pali Usut Kasus Penipuan Dump Truk di Wilayahnya
Anggota Patroli Polsek Kembangan Terkena Bacokan Saat Hendak Bubarkan Tawuran di Meruya Utara
Polres Prabumulih Tangkap Bidan Gadungan yang Diduga Tewaskan Pasiennya
7 Tahun Mangkrak, Polres Jakbar Belum Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:34 WIB

Danramil 10/Sepatan Bersama Muspika Resmikan Pos Kamling Bersuara di Kp Sangiang

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:53 WIB

Sahabat kehidupan Bantu Ibu Yeni Yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:49 WIB

Kodim 0510/Tigaraksa Komsos Dengan KB TNI TA 2024, Kasdim: Wujudkan Pertahanan Tangguh Untuk Indonesia Maju

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:10 WIB

Babinsa Koramil 14/Panongan Distribusikan Langsung Bantuan Beras Dari Bulog Untuk Warga

Kamis, 13 Juni 2024 - 23:44 WIB

Dibawah Kepemimpinan Pj Bupati Tangerang Andi Ony Mampu Dongkrak Pertumbuhan Realisasi Pajak Daerah 99 Milyar Periode bulan Januari – Mei

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:46 WIB

Jelang Iduladha 2024, Sekda Bambang: Harga Pangan di Tangsel Tetap Stabil

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:16 WIB

Tidak Kantongi Rekomtek, Proyek Jembatan Pintu Air 10 Jadi Sorotan

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:09 WIB

Babinsa Koramil 01/Teluknaga Serka Hanafi Pantau Langsung Sidang Pleno Pemilihan Ketua RW Kelurahan Dadap

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca