Gegara Hutang Piutang, Pria ini Tewas Ditangan Temannya Sendiri

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2020 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, SAMBAS – Sejumlah warga Dusun Sidang Desa Matang Labong, Tebas, Sambas, Kalbar digegerkan oleh penemuan seorang pria bernama AS (49) yang tengah meregang nyawa karena ditebas senjata tajam oleh seorang bernama Supardi, pada Kamis (4/6).

Menurut saksi mata bernama Emonudin, pada saat itu ia berada didalam rumahnya Kamis (4/5/20) sekira jam 13.30 wib

“Tiba-tiba terdengar suara orang minta tolong dari luar rumah saya. Sontak membuat saya terkejut, dan bergegas segera keluar rumah,” kata Emon.

Melihat ramai orang kearah jembatan yang tidak jauh dari rumah, tepatnya jembatan Sungai Kelambu, Emon pun bergegas kearah jembatan tersebut.

Masih dikatakannya, sesampainya di lokasi jembatan tersebut Emonudin melihat seorang laki-laki terbaring dan bersimbah darah dengan luka robek pada bagian perut, kepala dan kaki sebelah kanan yang tak lain adalah mertuanya sendiri.

“Diketahui laki-laki tersebut bernama Asnan alias Ganing mertua saya,” ujarnya.

Selanjutnya ia bersama warga pun langsung membawa korban ke Puskesmas Tebas dan dilakukan tindakan medis oleh dokter.

Namun selang beberapa menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Puskesmas Tebas.

Atas kejadian tersebut selaku anak menantu korban, ia pun melaporkan hal ini ke Polsek Tebas untuk di tindak lanjuti.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Prayitno mengatakan dugaan sementara pelaku Supardi tersinggung atau kecewa dengan janji-janji korban yang tidak membayar hutang kepada pelaku.

“Dugaan sementara tersangka kesal kepada korban yang suka janji-janji mau bayar hutang,” ujar Prayitno.

Menurut Prayitno, pelaku merencanakan untuk memotong kaki dan tangan korban dengan menyiapkan senjata tajam parang.

Hingga saat ini, kasusnya tengah ditangani oleh Polres Sambas.

(Led)

Berita Terkait

Sejumlah Upaya Terus Dilakukan, Termasuk Proses Mediasi di PN Tangerang, Kuasa Hukum Penggugat Minta Widya Andescha Harus Kembalikan Hak Ketiga Kliennya
Tak Diberangkatkan, Ratusan Calon PMI Minta ke Widya Andescha Uang Dikembalikan
Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Sekjen PWI Pusat Laporkan Oknum Ketua LSM ke Polda Metro Jaya
Wisnu Harto S.H : Penahanan Kepala Desa Krinjing Tidak Sesuai Prosedur dan Dipaksakan, Dirinya Menuntut Praperadilan
Polres Pali Usut Kasus Penipuan Dump Truk di Wilayahnya
Anggota Patroli Polsek Kembangan Terkena Bacokan Saat Hendak Bubarkan Tawuran di Meruya Utara
Polres Prabumulih Tangkap Bidan Gadungan yang Diduga Tewaskan Pasiennya
7 Tahun Mangkrak, Polres Jakbar Belum Bisa Ungkap Kasus Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 20:19 WIB

FORWAT Demo KPU Kota Tangerang, Tuntut Transparansi Anggaran Publikasi Media

Kamis, 20 Juni 2024 - 17:16 WIB

Kawal Pesta Demokrasi Pilkada 2024, KPU Kota Tangerang Ajak Wartawan

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:35 WIB

Babinsa Koramil 10/Sepatan Lakukan Pendampingan CBP

Kamis, 20 Juni 2024 - 11:27 WIB

Pesan Pasi Ops pada kesempatan apel Pagi

Selasa, 18 Juni 2024 - 22:52 WIB

Momentum Idul Adha 1445 H, Komunitas Jurnalis Kompeten Tangerang Raya,Berbagi Kebaikan Qurban

Selasa, 18 Juni 2024 - 11:59 WIB

Hari Raya Idul Adha 1445 H, FORWAT Kembali Salurkan Hewan Qurban

Selasa, 18 Juni 2024 - 11:35 WIB

Pemkot Tangsel Distribusikan 94 Hewan Kurban pada Iduladha 1445 H

Selasa, 18 Juni 2024 - 11:20 WIB

KAHMI Banten Gelar Nobar Film Lafran di Mal Tangcity

Berita Terbaru

Regional

Babinsa Koramil 10/Sepatan Lakukan Pendampingan CBP

Kamis, 20 Jun 2024 - 16:35 WIB

Regional

Pesan Pasi Ops pada kesempatan apel Pagi

Kamis, 20 Jun 2024 - 11:27 WIB

Peserta OKK PWI Jaya berswa bersama setelah mengikuti orientasi, Rabu 19 Juni 2024 (Poto:ifakta.co)

Megapolitan

OKK PWI Jaya 2024 Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak Selama 15 Tahun

Kamis, 20 Jun 2024 - 09:57 WIB

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca