RSPAD Gatot Soebroto Bantu Pasien Positif Covid-19 Melahirkan

  • Whatsapp

Ilustrasi: Pasien positif corona melahirkan

ifakta.co, Jakarta – Salah satu pasien positif virus corona (Covid-19)dikabarkan melahirkan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta salah RS rujukan pasien Covid-19, pada Senin (27/4).

Wakil Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya mengatakan adanya seorang pasien yang dengan kondisi hamil dan siap melahirkan, namun ditolak di beberapa rumah sakit lain.

Namun, sesuai dengan arahan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menerima semua pasien dan memberikan layanan yang terbaik.ㅤ

“Kondisi bayi yang dilahirkan selamat, namun masih menunggu hasil tes Covid-19 untuk dapat dipulangkan,” ujar dr. Budi, melalui siaran tertulisnya yang diterima ifakta.co, Senin (27/4).

Sementara itu salah satu Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSPAD Gatot Soebroto dr. Yeni Purnama meneruskan laporan kepada Kasad terkait dengan kondisi bayi tersebut.

“Bayi yang lahir dari ibu dengan confirm Covid-19, dari SWAB pertama hasilnya negatif. Saat ini akan dilakukan SWAB yang kedua, jika hasilnya negatif lagi, bisa dipulangkan,” ujar dr. Yeni Purnama.

Namun yang menjadi masalah berikutnya kata dr. Yeni, sang ayah harus melakukan tes SWAB juga, karena selama ini menemani sang istri yang sudah positif corona.

Melihat kondisi tersebut, RSPAD akan menyiapkan ruang PICU dan NICU untuk kebutuhan bayi dan balita yang terpapar Covid-19.

Untuk ruang NICU akan disediakan 5 ventilator, sedangkan ruang NICU akan disediakan 2 ventilator. Selain itu juga akan disiapkan alat-alat untuk menunjang kebutuhan di kedua ruangan tersebut.

Selain itu, pihak RSPAD juga melaporkan mengenai reagen untuk rapid test Covid-19, telah sampai di RSPAD bersamaan dengan satu unit robotic ekstrasi RMA.

Kepala labolatorium RSPAD, dr. Lili menjelaskan robotic ekstrasi dapat berdiri sendiri dan terpisah dengan alat PCR nya.

“Untuk robotic ini, satu jam bisa memeriksa 32 pasien, sehingga lebih efektif dan akurasinya lebih cepat dan lebih tepat,” pungkas dr. Lili.

(amy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.