JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah mengerahkan dukungan tambahan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Sebanyak 35 pesawat asing mendapat izin beroperasi untuk membantu pemadaman dari udara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penanganan karhutla Kalimantan saat ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Karena itu, pemerintah memberikan akses bagi pesawat asing yang dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerbitkan izin tersebut setelah pemerintah membutuhkan tambahan sarana pemadaman. Pasalnya, Indonesia belum memiliki seluruh jenis peralatan udara yang diperlukan untuk menangani kebakaran.
Iklan
“Pada intinya kita akan selalu mendukung apa yang menjadi prioritas. Seperti penanganan kebakaran ini kan menjadi prioritas utama pada saat ini. Dalam jangka pendek ini juga harus segera dipadamkan,” kata Menhub ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (1/9).
Menurut Dudy, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendatangkan pesawat asing tersebut untuk membantu pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.
Pemerintah pusat juga memberikan dukungan operasional agar armada udara tersebut dapat menjalankan tugasnya selama penanganan kebakaran berlangsung.
“Kita membutuhkan segala prasarana yang dibutuhkan untuk memadamkan termasuk pesawat-pesawat asing yang kebetulan tidak dimiliki di Indonesia. Jadi, kita datangkan, didatangkan oleh BNPB, kemudian digunakan untuk pemadaman dan kita memberikan izin,” ujar Dudy.
Menhub memastikan seluruh izin penerbangan untuk 35 pesawat asing telah diterbitkan. Dengan izin tersebut, armada asing dapat beroperasi membantu pemadaman api melalui udara dalam kondisi darurat karhutla.
Dudy menjelaskan sebagian besar armada yang digunakan dalam penanganan karhutla merupakan helikopter. Jenis pesawat tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk mendukung pemadaman api dari udara, terutama di wilayah yang terdampak kebakaran.
“Oh ya pesawat-pesawat tersebut sudah beroperasi untuk menangani karhutla. Itu kan sudah kita berikan izin semua. Tadi kan ada sekitar 35 pesawat,” ucap Menhub.
Kementerian Perhubungan menyebut pesawat dengan registrasi asing tersebut berasal dari sejumlah negara. Negara asal armada antara lain Rusia hingga Amerika Serikat.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pemerintah telah menerbitkan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing. Izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara.
Dari jumlah tersebut, armada yang digunakan mencapai 36 helikopter.
“Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada,” kata Lukman dikonfirmasi di Jakarta, Senin (24/7).
Sebanyak 11 pemegang AOC yang mendapat izin tersebut terdiri atas Ersa Eastern Aviation, Genesa Dirgantara, Falcon Patriot Utama, Pegasus Air Service, Whitesky Aviation, Smart Cakrawala Aviation, Elang Nusantara Air, Intan Angkasa Air Service, Volta Pasifik Aviasi, Dabi Air Nusantara, dan Derazona Air Service.
Kementerian Perhubungan selanjutnya memfasilitasi penggunaan pesawat registrasi asing untuk memperkuat penanganan karhutla. Fasilitasi itu mencakup percepatan proses perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.
Dengan tambahan armada tersebut, pemerintah berupaya memperkuat pemadaman karhutla Kalimantan dari udara, terutama di tengah kebutuhan sarana pemadam yang belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri.
(mam/mam)



