JATENG, Ifakta. co – Pemerintah memastikan akan segera merehabilitasi SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah kondisi bangunan sekolah tersebut menjadi sorotan publik.

Sekolah itu viral usai beredar foto para siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas yang roboh.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan proses pembangunan ditargetkan berlangsung selama tiga hingga empat bulan dengan mekanisme swakelola.

Iklan

“Rencana pembangunan 3 sampai 4 bulan dengan sistem swakelola,” ujar Mu’ti, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan sejumlah fasilitas yang akan direhabilitasi. Perbaikan meliputi tiga ruang kelas, dua unit toilet, satu ruang administrasi, serta satu ruang perpustakaan yang selama ini mengalami kerusakan.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk mendukung proses rehabilitasi tersebut. Besaran bantuan itu ditetapkan setelah tim melakukan verifikasi langsung di lokasi.

“SDN Tanggirejo Kabupaten Grobogan sudah dikunjungi oleh tim. Berdasarkan verifikasi faktual, sekolah akan mendapat bantuan Rp1,3 miliar. Minggu depan diundang Bimtek di Jakarta,” kata Mu’ti.

Mu’ti juga menjelaskan alasan SDN Tanggirejo sebelumnya tidak masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi. 

Ia menyebut data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tidak menunjukkan adanya kerusakan bangunan sehingga sekolah tersebut tidak tercatat sebagai penerima prioritas.

“Sekolah itu tidak masuk prioritas karena dalam dapodik dilaporkan tidak ada kerusakan,” jelasnya.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada SDN Tanggirejo setelah foto yang memperlihatkan para siswa menikmati menu MBG di depan bangunan kelas yang roboh tersebar luas. Kerusakan sejumlah ruang belajar membuat pihak sekolah harus mengubah pola kegiatan belajar mengajar agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.

Akibat kondisi tersebut, murid kelas satu dan dua bergantian menggunakan ruang kelas satu. Sementara itu, siswa kelas tiga dan empat belajar bersama di ruang kelas tiga yang dipisahkan menggunakan sekat tripleks.

Di sisi lain, siswa kelas lima menjalani pembelajaran di musala, sedangkan murid kelas enam menggunakan ruang kelas dua. Adapun ruang perpustakaan untuk sementara dialihfungsikan menjadi ruang kerja guru.

SDN Tanggirejo saat ini memiliki 131 siswa yang terdiri dari 24 murid kelas satu, 21 murid kelas dua, 21 murid kelas tiga, 11 murid kelas empat, 22 murid kelas lima, dan 32 murid kelas enam.

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, menjelaskan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dibangun pada 2012. Kerusakan pertama terjadi pada Januari 2026 ketika atap salah satu ruang kelas ambruk. 

Selanjutnya, pada April 2026, empat ruang kelas lainnya dinyatakan tidak layak digunakan sehingga aktivitas belajar harus dipindahkan ke sejumlah ruangan alternatif.

“Untuk perbaikan, alhamdulillah hari ini pemberkasan di korwil. Tahun ini lah pokoknya selesai, seperti itu,” ujar Juwariyah.

Dengan dimulainya proses rehabilitasi tersebut, pemerintah berharap seluruh fasilitas belajar di SDN Tanggirejo dapat kembali berfungsi normal sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan layak bagi seluruh siswa.

(mam/cho)

Iklan