JAKARTA, ifakta.co – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari menilai tak ada ruang negosiasi untuk menghentikan program MBG seperti yang disuarakan sejumlah pihak dalam demo baru-baru ini.

“Pada titik itu saya mau kasih konteks, bahwa yang namanya MBG enggak bisa Anda langsung minta berhenti. Karena itu adalah visi misi dan kontrak politiknya Pak Prabowo,” ujar Qodari dalam wawancaranya di program Inside Story With Diana Valencia di CNNIndonesia, Selasa (16/6).

Qodari memetakan penolakan terhadap program MBG ke dalam dua kategori, yakni politik dan teknokratis. Untuk persoalan yang bersifat politik, menurutnya tidak ada ruang untuk bernegosiasi.

Iklan

“Untuk yang bersifat politik, menurut saya tidak ada ruang negosiasi di situ. Salah besar menurut saya kalau meminta Prabowo menghentikan program itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa menghentikan program MBG sama artinya meminta Prabowo tidak memenuhi janji kampanye dan visi-misinya.

“Jangan hanya lihat diri anda sendiri yang menolak MBG. Lihatlah 90 juta masyarakat Indonesia yang memilih Pak Prabowo. Satu paket dengan program kerjanya, visi misinya,” ujar Qodari.

Qodari menegaskan kembali bahwa keberlanjutan program MBG merupakan bagian dari komitmen politik yang harus dipenuhi oleh pemerintahan saat ini, sehingga perdebatan yang bersifat politis tidak membuka ruang penghentian program tersebut.

(tio/my)

Iklan