CILACAP, ifakta.co – Kekayaan sejarah Kabupaten Cilacap kembali menarik perhatian. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap berhasil menemukan puluhan naskah kuno yang selama ini tersimpan di rumah-rumah warga di berbagai wilayah.
Melalui program Visitasi dan Identifikasi Naskah Kuno Nusantara, tim berhasil mendata 35 naskah kuno dari 18 kecamatan. Temuan tersebut membuka jejak peradaban sekaligus memperlihatkan tradisi literasi yang telah berkembang di Cilacap sejak ratusan tahun lalu.
Program ini tidak hanya bertujuan mendata koleksi bersejarah. Tim juga berupaya menjaga kelestarian naskah agar tetap terawat dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Iklan
Tim gabungan yang terdiri atas Dinas Arpus Cilacap, komunitas sejarah Tjilatjap History, serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap turun langsung ke lapangan. Kolaborasi tersebut membuat proses identifikasi berjalan lebih menyeluruh dari sisi sejarah maupun budaya.
Hingga saat ini, tim telah menyelesaikan visitasi di 18 dari total 24 kecamatan yang menjadi target pendataan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk menyelamatkan warisan budaya yang masih tersimpan di masyarakat.
Menurutnya, beberapa naskah yang ditemukan memiliki usia sangat tua. Bahkan, tim menemukan sebuah Alquran kuno yang diperkirakan telah berusia sekitar 150 hingga 200 tahun.
“Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga warisan budaya agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” ujarnya, Selasa (16/6).
Selain melakukan pendataan, tim juga memberikan edukasi kepada pemilik naskah. Mereka mengajarkan cara penyimpanan dan perawatan yang tepat agar kondisi naskah tidak cepat rusak akibat usia maupun faktor lingkungan.
Temuan tersebut memperlihatkan keragaman bentuk media yang masyarakat gunakan pada masa lampau. Sebagian naskah menggunakan kertas, sementara lainnya memanfaatkan daun lontar hingga lempengan tembaga.
Isi naskah juga sangat beragam. Beberapa memuat ajaran agama, catatan sejarah daerah, kesenian tradisional, hingga berbagai bentuk kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
“Dari sisi aksara, naskah tersebut ditulis menggunakan aksara Pegon, Jawa, dan Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Cilacap sejak lama menjadi wilayah dengan keragaman budaya dan tradisi literasi yang berkembang,” lanjutnya.
Keberagaman aksara tersebut memperlihatkan kuatnya interaksi budaya di wilayah Cilacap pada masa lalu. Selain itu, temuan ini menjadi sumber penting bagi penelitian sejarah, bahasa, hingga perkembangan kehidupan sosial masyarakat.
Dinas Arpus memastikan kegiatan identifikasi akan terus berlanjut sampai seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap selesai terdata.
“Diharapkan semakin banyak naskah kuno yang bisa ditemukan dan didokumentasikan sebagai bagian dari sejarah daerah,” pungkas Achmad Fauzi.
(naf/lex)



