BANJARNEGARA, ifakta.co – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Banjarnegara terus mendorong peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era digital. Upaya tersebut terlihat melalui workshop pengembangan pembelajaran kreatif dan inovatif yang digelar di SMAN 1 Bawang pada Senin (18/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan guru Bahasa Indonesia tingkat SMA dan MA dari berbagai sekolah di Banjarnegara. Melalui workshop ini, MGMP ingin memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Panitia menghadirkan dua narasumber dengan materi berbeda. Keduanya membahas penguatan karakter kebangsaan sekaligus pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Iklan

Teknik Membaca Teks Kenegaraan Jadi Sorotan

Narasumber pertama, Prof. Dr. Sukirno, M.Pd., membawakan materi tentang teknik pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kemampuan membaca teks resmi secara tepat agar nilai kebangsaan tersampaikan dengan baik kepada peserta didik.

Prof. Sukirno menjelaskan guru perlu memahami intonasi, artikulasi, ekspresi, hingga penjiwaan saat membacakan teks kenegaraan. Menurutnya, pembacaan yang tepat dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai nasionalisme.

Peserta workshop mengikuti sesi praktik secara langsung. Mereka mempelajari contoh pembacaan teks melalui tayangan video dan simulasi bersama narasumber. Suasana diskusi berlangsung aktif karena peserta juga berbagi pengalaman saat melatih siswa di sekolah.

Selain sesi materi utama, panitia juga menggelar bedah buku karya Prof. Sukirno berjudul Teknik Membaca Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 yang Baik dan Benar. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai cara membaca teks resmi sesuai kaidah kebahasaan.

Materi bedah buku menarik perhatian peserta karena dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran maupun pelaksanaan upacara sekolah. Guru juga memperoleh pemahaman tentang pelafalan, intonasi, serta penghayatan saat membacakan teks kenegaraan.

Musikalisasi Puisi Berbasis AI Tarik Antusias Guru

Sementara itu, narasumber kedua, Ima Farida, S.Pd., membawakan materi pembelajaran musikalisasi puisi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Materi tersebut menjadi salah satu sesi yang paling banyak menarik perhatian peserta.

Ima mengenalkan pemanfaatan AI untuk membantu proses pembelajaran sastra agar lebih menarik bagi siswa. Ia menjelaskan teknologi AI dapat membantu guru membuat musik sederhana, menyusun irama, hingga mengembangkan media pembelajaran kreatif.

Peserta workshop juga mempelajari penggunaan prompt sederhana untuk menghasilkan karya musikalisasi puisi. Dalam sesi praktik, Ima menampilkan contoh video karya siswa SMKN 2 Wonosobo yang memanfaatkan teknologi AI dalam proses kreatifnya.

MGMP Dorong Guru Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Ketua MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara, Sunarti, S.Pd., mengatakan workshop tersebut menjadi wadah pengembangan profesionalisme guru di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat.

Menurutnya, guru Bahasa Indonesia perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik sekaligus bermakna bagi siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru-guru Bahasa Indonesia dapat terus belajar berinovasi dalam pembelajaran, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan peserta didik melalui materi-materi yang kreatif dan bermakna,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan bertanya kepada narasumber. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan modern.

Melalui workshop ini, MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara berharap para guru mampu menggabungkan penguatan karakter kebangsaan dengan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

(naf/kho)