ACEH UTARAPosyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang balita. Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang berlangsung meriah di Gampong Geudeumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Apa Itu Posyandu 6 SPM?

Dalam arahannya, Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini berfungsi sebagai “Mal Pelayanan Publik” tingkat desa. Transformasi ini bertujuan mendekatkan layanan pemerintah langsung ke pintu rumah warga secara by name by address.

Iklan

Adapun enam layanan dasar yang wajib tersedia di Posyandu meliputi:

  1. Kesehatan : Layanan medis dasar dan pengecekan kesehatan.
  2. Pendidikan : Akses literasi dan pendidikan anak usia dini.
  3. Pekerjaan Umum Informasi dan layanan infrastruktur dasar.
  4. Perumahan Rakyat : Urusan permukiman dan hunian layak.
  5. Trantibumlinmas : Layanan keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.
  6. Sosial Pendampingan bagi lansia dan penyandang masalah sosial.

“Posyandu adalah lembaga kemasyarakatan yang paling dekat dengan warga. Dengan konsep 6 SPM, masyarakat cukup datang ke satu tempat untuk mengakses berbagai layanan dasar,” ujar Tri Tito Karnavian.

Target Registrasi Nasional hingga 2029

Pemerintah menargetkan seluruh Posyandu di bawah naungan desa dan kecamatan segera melakukan registrasi ke Kementerian Dalam Negeri. Langkah legalitas ini sangat penting agar Posyandu dapat menerima dukungan anggaran dan bantuan program secara berkelanjutan.

Tri memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas gerak cepat mereka dalam mengimplementasikan model Posyandu 6 SPM ini.

Aksi Nyata di Gampong Geudeumbak

Tak hanya memberikan arahan, kunjungan kerja ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata. Tri Tito Karnavian menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, di antaranya:

  • Pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK umum.
  • Santunan BPJS bagi ahli waris.
  • Paket sembako dan perlengkapan rumah tangga untuk 335 KK.
  • Perlengkapan sekolah dan ribuan potong pakaian.

Meninjau Langsung Layanan Terpadu

Usai prosesi seremoni, rombongan meninjau langsung stan pelayanan yang merepresentasikan enam bidang SPM. Di bidang Pendidikan, terdapat mobil perpustakaan keliling yang disambut antusias warga. Sementara di bidang Kesehatan, dokter spesialis memberikan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.

Di stan Trantibumlinmas, warga bahkan bisa langsung mengadukan masalah keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Sinergi Pemimpin Daerah se-Aceh

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi koordinasi antar-kepala daerah di Aceh. Hadir dalam acara tersebut Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, Pj Bupati Aceh Jaya Safwandi, Wali Kota Sabang Zulkifli A. Adam, serta Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar.

Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen kuat bahwa transformasi Posyandu bukan sekadar program administratif, melainkan gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh dari tingkat akar rumput.

Dengan semangat “Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup”, Posyandu kini siap menjadi garda terdepan pembangunan manusia di Indonesia.

(fa/fza)