TANGERANG, ifakta.co – Janji Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan wilayah terang benderang pasca Lebaran kini dipertanyakan. Hingga akhir Maret 2026, ruas jalan poros Desa Talok–Desa Renged, Kecamatan Kresek, masih gelap gulita tanpa penerangan jalan umum (PJU), memicu meningkatnya risiko kriminalitas dan kecelakaan.
Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Minimnya penerangan membuat jalur vital penghubung antar desa itu berubah menjadi titik rawan, terutama pada malam hari. Warga menilai, lambannya realisasi pemasangan PJU menunjukkan lemahnya respons Dishub terhadap kebutuhan mendesak di lapangan.
Tokoh masyarakat Desa Talok, H. Abdul Mukti, mengungkapkan bahwa aksi kriminalitas kerap terjadi di lokasi tersebut. Pelaku, kata dia, memanfaatkan gelapnya jalan untuk melancarkan aksi kejahatan.
Iklan
“Sudah beberapa kali terjadi pembegalan. Pelaku menodong korban dengan senjata tajam dan merampas kendaraan. Kondisi gelap membuat mereka leluasa,” tegasnya.
Tak hanya itu, ancaman keselamatan pengguna jalan juga kian nyata. Selain gelap, kondisi jalan yang sebelumnya rusak turut memperparah situasi. Meski perbaikan telah dilakukan oleh Dinas Bina Marga, ketiadaan penerangan tetap menjadi persoalan serius.
“Belum lama ini ada pengendara yang jatuh di jalan gelap dan meninggal dunia. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut nyawa,” tambahnya.
Warga mengapresiasi langkah cepat Dinas Bina Marga dalam memperbaiki jalan, namun mempertanyakan kinerja Dishub yang dinilai belum menunjukkan tindakan nyata terkait pemasangan PJU.
“Bina Marga sudah bergerak. Tapi Dishub sampai sekarang belum ada aksi. Jangan tunggu korban berikutnya,” tegas Abdul Mukti.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, H. Jaenudin, menyatakan komitmennya untuk memasang PJU secara menyeluruh sesuai instruksi Bupati Tangerang. Bahkan, ia menargetkan seluruh wilayah sudah terang benderang usai Lebaran 2026.
“Seluruh PJU akan kita pasang, yang mati diganti, yang belum ada akan dipasang. Targetnya selesai setelah Lebaran,” ujar Jaenudin beberapa waktu lalu.
Namun fakta di lapangan berbicara lain. Hingga kini, sejumlah titik strategis seperti jalur Talok–Renged masih gelap tanpa kejelasan kapan realisasi akan dilakukan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana komitmen Dishub yang sebelumnya digembar-gemborkan?
Masyarakat mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang untuk tidak sekadar menyampaikan janji, tetapi segera turun tangan melakukan pemasangan PJU di titik-titik rawan. Keterlambatan dinilai bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi juga berpotensi memperbesar risiko jatuhnya korban jiwa.
(Sb-Alex | PWGK Kresek Kabupaten Tangerang)



