JAKARTA, ifakta.co – Persiapan menyambut Hari Raya Lebaran umumnya sudah dilakukan sejak jauh hari. Selain menyiapkan kebutuhan mudik dan hidangan khas, membuat kue kering juga menjadi tradisi yang tidak terpisahkan. Salah satu kue yang hampir selalu hadir di setiap rumah adalah nastar.

Kue berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis-asam yang khas. Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, nastar buatan rumah bisa memiliki kualitas yang tak kalah dari produk toko kue.

Tips Membuat Nastar Lembut dan Tidak Retak

Iklan

Sebelum mulai membuat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar nastar yang dihasilkan sempurna.

Pertama, gunakan kombinasi mentega dan margarin berkualitas. Perpaduan ini membantu menghasilkan aroma harum sekaligus tekstur yang lembut.

Kedua, hindari mengaduk adonan terlalu lama. Cukup aduk hingga semua bahan tercampur rata, karena proses yang berlebihan dapat membuat kue menjadi keras.

Ketiga, pastikan selai nanas dalam kondisi kering. Selai yang terlalu basah berisiko membuat nastar melebar atau retak saat dipanggang.

Keempat, panggang dengan suhu stabil. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat bagian luar cepat gosong, sementara bagian dalam belum matang.

Resep Nastar Bulat Lembut dan Lumer

Bahan adonan:

  • 250 gram margarin
  • 100 gram mentega (butter)
  • 100 gram gula halus
  • 2 kuning telur
  • 350 gram tepung terigu protein rendah
  • 50 gram tepung maizena
  • 2 sendok makan susu bubuk
  • ½ sendok teh vanili

Bahan isian:

  • Selai nanas secukupnya

Bahan olesan:

  • 2 kuning telur
  • 1 sendok makan susu cair
  • 1 sendok teh minyak

Cara membuat:

  1. Campurkan margarin, mentega, dan gula halus. Aduk atau mixer dengan kecepatan rendah hingga lembut tanpa perlu mengembang.
  2. Tambahkan kuning telur dan vanili, lalu aduk hingga rata.
  3. Masukkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk secara bertahap. Aduk menggunakan spatula hingga adonan dapat dipulung.
  4. Ambil sedikit adonan, pipihkan, isi dengan selai nanas, lalu bulatkan.
  5. Susun di loyang yang sudah dialasi kertas roti, beri jarak antar kue.
  6. Panggang pada suhu 150°C selama 15–20 menit hingga setengah matang, lalu keluarkan dan dinginkan.
  7. Olesi permukaan dengan campuran bahan olesan.
  8. Panggang kembali selama 10–15 menit hingga berwarna kuning keemasan.
  9. Dinginkan sepenuhnya sebelum disimpan.

Cara Menyimpan Nastar agar Tetap Awet

Agar nastar tetap lezat hingga hari Lebaran, penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Pastikan nastar sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam stoples. Menyimpan dalam kondisi hangat dapat memicu kelembapan yang membuat kue cepat melempem.

Gunakan stoples yang bersih, kering, dan kedap udara untuk menjaga kualitasnya. Melapisi bagian dasar stoples dengan kertas roti juga dapat membantu menyerap kelembapan.

Saat menyusun, hindari menumpuk terlalu padat agar bentuk nastar tetap utuh. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari panas dan sinar matahari langsung.

Selain itu, hindari terlalu sering membuka stoples karena dapat membuat udara lembap masuk. Jika memiliki berbagai jenis kue kering, sebaiknya simpan nastar secara terpisah agar tidak menyerap aroma lain.

Periksa kondisi nastar secara berkala. Jika teksturnya mulai berubah, kue bisa dipanaskan kembali sebentar di oven dengan suhu rendah sebelum disajikan.

Membuat nastar sendiri memang membutuhkan waktu dan ketelatenan. Namun, hasilnya sebanding dengan usaha yang dikeluarkan, lebih hemat, lebih higienis, dan tentu terasa lebih spesial untuk disajikan bersama keluarga saat Hari Raya.

(naf/kho)