PURBALINGGA, ifakta.co – Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purbalingga dipecat usai menyindir “rakyat jelata kurang bersyukur” melalui status WhatsApp yang viral di media sosial.
Status tersebut berbunyi, “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” dan menyebar luas setelah diunggah ulang oleh akun media sosial lokal.
Setelah menuai sorotan publik, yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf melalui klarifikasi di media sosial.
Iklan
“Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memang tidak benar,” tulisnya, seperti dikutip dari detikjateng.
Ia juga mengakui penggunaan bahasa dalam unggahannya tidak pantas dan berjanji menjadikannya sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.
Diberhentikan dari SPPG
Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut status itu dibuat oleh relawan di salah satu SPPG di wilayah Purbalingga.
“Betul, relawan tersebut berasal dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yakni SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Status dibuat pada 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB,” jelas Mei.
Sebagai tindak lanjut, relawan tersebut telah dijatuhi sanksi berupa pemberhentian serta diminta membuat video permohonan maaf kepada masyarakat.
“Tindak lanjutnya, relawan tersebut diberhentikan dari SPPG dan diminta membuat video permohonan maaf kepada masyarakat,” ujarnya.
Mei juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak mencerminkan standar pelayanan yang seharusnya dijalankan.
Menurutnya, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar seluruh SPPG di wilayah Purbalingga dapat meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
(faz/jiz)



