Namun kini Iran memiliki persenjataan yang jauh lebih canggih, termasuk persediaan besar rudal murah dan drone yang mampu mengancam kapal di area yang jauh lebih luas.
Serangan yang terjadi bulan ini menunjukkan bahwa Teheran dapat mengganggu lalu lintas kapal di selat tersebut dengan cepat, bahkan tanpa harus menanam banyak ranjau laut.
Tekan Ekonomi Global
Iklan
Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, mengatakan Iran sadar tidak mungkin memenangkan perang secara langsung melawan Amerika Serikat dan Israel.
“Iran tahu mereka kalah dalam kekuatan militer. Mereka tidak bisa menang dalam konfrontasi langsung,” ujar Vaez.
Karena itu, Teheran memilih memperluas konflik ke bidang ekonomi dengan menekan jalur energi global.
Menurut Vaez, jika Iran berhasil “menyandera” ekonomi dunia melalui Selat Hormuz, maka tekanan terhadap Washington akan meningkat.
“Jika ekonomi global ikut tersandera, kemungkinan besar Trump yang akan lebih dulu mundur,” katanya.
Strategi IRGC
Sumber regional menyebut strategi tersebut disusun oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), pasukan elite yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan negara itu.
Rencana tersebut diaktifkan setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama konflik yang meletus akhir Februari.



