JAKARTA, ifakta.co – Harga emas Antam turun Rp4.000 per gram pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Berdasarkan data harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), harga emas kini berada di level Rp2.550.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.554.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Logam Mulia memangkas harga buyback sebesar Rp4.000 per gram, dari Rp2.369.000 menjadi Rp2.365.000 per gram.
Dengan harga tersebut, selisih antara harga beli emas dan harga buyback mencapai Rp185.000 per gram. Perhitungan Kontan.co.id menunjukkan bahwa selisih ini menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memutuskan berinvestasi pada emas batangan.
Iklan
Antam menerapkan dua harga untuk emas batangan produksinya. Pertama, harga jual yang harus dibayar konsumen ketika membeli emas melalui gerai Logam Mulia. Kedua, harga buyback yang berlaku ketika konsumen menjual kembali emasnya kepada Logam Mulia.
Artinya, konsumen yang membeli emas Antam seharga Rp2.550.000 per gram perlu memahami bahwa harga tersebut berbeda dari nilai yang akan diterima saat menjualnya kembali. Jika emas langsung dijual dengan harga buyback Rp2.365.000 per gram, selisihnya mencapai Rp185.000 per gram, sebelum memperhitungkan biaya atau ketentuan lain yang mungkin berlaku.
Perbedaan harga beli dan buyback tersebut perlu menjadi pertimbangan utama bagi calon investor. Tanpa menghitung selisih itu, investor berisiko salah memperkirakan keuntungan maupun kerugian dari transaksi emas.
Emas batangan umumnya lebih sesuai untuk tujuan investasi jangka panjang. Investor berharap kenaikan harga emas pada masa mendatang dapat menutup selisih harga beli dan buyback, kemudian menghasilkan keuntungan.
Namun, potensi keuntungan tidak selalu terwujud dalam waktu singkat. Pergerakan harga emas dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan harga pembelian, harga buyback, dan jangka waktu penyimpanan sebelum mengambil keputusan.
Data perbandingan harga pembelian pada sejumlah tanggal menunjukkan bahwa hasil investasi emas dapat berbeda menurut waktu pembelian. Berdasarkan kalkulasi yang tercantum dalam data sumber, berikut potensi laba atau rugi jika harga buyback saat ini digunakan sebagai pembanding:
| Tanggal pembelian | Harga per gram | Potensi laba/rugi |
| 15 Oktober 2026 | Rp2.561.000 | -7,65% (rugi) |
| 22 September 2026 | Rp2.627.000 | -9,97% (rugi) |
| 22 Juli 2026 | Rp2.635.000 | -10,25% (rugi) |
| 22 April 2026 | Rp2.830.000 | -16,43% (rugi) |
| 22 Januari 2026 | Rp2.790.000 | -15,23% (rugi) |
| 22 Oktober 2025 | Rp2.337.000 | 1,20% (untung) |
| 22 Juli 2025 | Rp1.946.000 | 21,53% (untung) |
| 22 April 2025 | Rp2.039.000 | 15,99% (untung) |
| 22 Januari 2025 | Rp1.606.000 | 47,26% (untung) |
Data tersebut memperlihatkan bahwa pembeli yang masuk pada harga lebih tinggi belum tentu langsung memperoleh keuntungan ketika menjual kembali emasnya. Sebaliknya, pembelian pada harga lebih rendah berpotensi memberikan keuntungan lebih besar jika harga buyback meningkat.
Oleh sebab itu, calon investor perlu mencermati harga emas Antam dan harga buyback secara bersamaan. Selisih kedua harga tersebut dapat memengaruhi hasil investasi, terutama ketika investor menjual emas dalam waktu singkat.
Investasi emas tetap memiliki risiko perubahan harga. Dengan memahami perbedaan harga beli dan buyback serta menetapkan tujuan investasi yang jelas, masyarakat dapat memperhitungkan potensi keuntungan dan kerugian secara lebih cermat.
Opsi pilihan subjudul (jika ingin digunakan):
- Harga Emas Antam dan Buyback Turun Bersamaan
- Selisih Harga Beli dan Buyback Capai Rp185 Ribu
- Periode Pembelian Memengaruhi Potensi Untung Rugi Emas
(may/may)


























