BANYUMAS, ifakta.co – Masyarakat Banyumas memiliki kesempatan untuk menikmati beragam pertunjukan seni dalam Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic Soetedja pada 21–25 Oktober 2026. Selama lima hari, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan seniman, komunitas, pelajar, mahasiswa, serta pencinta budaya.

Penyelenggara merancang rangkaian acara dengan menggabungkan kesenian tradisional dan pertunjukan kontemporer. Pengunjung dapat menyaksikan teater, tari, musik, pantomim, pembacaan puisi, hingga pemutaran film. Selain itu, festival ini menyediakan ruang apresiasi bagi karya seni yang lahir dari kreativitas komunitas lokal.

Jadwal Festival Taman Budaya Soetedja 21–25 Oktober 2026

Rabu, 21 Oktober 2026: Pembukaan dengan Pertunjukan Teater

Festival memulai rangkaian kegiatan pada Rabu malam melalui pertunjukan teater bertajuk Kembang Mangsan Peralihan. Pementasan berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB.

Iklan

Pertunjukan tersebut menjadi pembuka rangkaian festival sekaligus mengawali pertemuan antara seniman dan masyarakat dalam perayaan seni budaya. Pengunjung dapat menjadikan agenda malam ini sebagai pilihan untuk menikmati pertunjukan panggung pada hari pertama.

Kamis, 22 Oktober 2026: Kompetisi Band dan Apresiasi Musik

Memasuki hari kedua, festival menghadirkan kompetisi musik yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Lomba Band SMA/SMK dan mahasiswa berlangsung pukul 09.00–19.30 WIB.

Agenda tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan bermusik sekaligus membangun pengalaman tampil di hadapan publik. Selanjutnya, panitia menghadirkan pentas apresiasi hasil Lokakarya Musik pada pukul 19.30–21.00 WIB.

Rangkaian malam ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati karya musik sekaligus melihat hasil proses kreatif para peserta lokakarya.

Jumat, 23 Oktober 2026: Panggung Tari dan Kesenian Banyumasan

Hari ketiga menonjolkan kekayaan seni tradisional melalui sejumlah pertunjukan tari dan kesenian daerah.

Agenda sore dimulai dengan Tari Ocar-Acir pada pukul 15.30–16.00 WIB. Setelah itu, Tari Gambyong Banyumasan tampil pukul 16.00–16.30 WIB. Pertunjukan Gondolio kemudian mengisi panggung pada pukul 16.30–17.30 WIB.

Pada malam hari, pengunjung dapat menyaksikan Tari Gethuk Goreng Sokaraja pukul 19.00–19.30 WIB dan Tari Tani pukul 19.30–20.00 WIB.

Selain pertunjukan tari, festival menjadwalkan drama musikal Purbarang VS Purbasari pada pukul 19.00–22.00 WIB. Pengunjung perlu mencermati jadwal tersebut karena waktu drama musikal beririsan dengan agenda tari malam.

Sabtu, 24 Oktober 2026: Pantomim, Begalan, dan Festival Film

Festival hari keempat menghadirkan pantomim melalui Purwokerto Pantomime Series 2026. Agenda ini berlangsung pukul 09.00–17.30 WIB.

Pada pagi hari yang sama, kesenian tradisional Begalan dijadwalkan tampil pukul 10.00–10.30 WIB. Selanjutnya, Bongkel mengisi agenda sore pada pukul 16.00–16.30 WIB.

Pengunjung juga dapat menyaksikan Rindingan pada pukul 19.00–19.30 WIB. Sementara itu, Pesta Sinema Festival Film Banyumas 2026 berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB.

Minggu, 25 Oktober 2026: Sastra, Musik Tradisional, dan Penutupan

Hari terakhir menghadirkan agenda yang memadukan sastra, musik tradisional, tari, diskusi, serta pemutaran film. Sarasehan Sastra dan Pementasan Puisi membuka rangkaian kegiatan pukul 09.00–15.00 WIB.

Pada pagi menjelang siang, pengunjung dapat menikmati Kenthongan pukul 10.00–11.00 WIB. Setelah itu, Lengger Calung tampil pukul 15.00–15.30 WIB.

Dua agenda berikutnya berlangsung pada rentang waktu yang berdekatan. Battle Dance Lengger x HipHop dijadwalkan pukul 15.30–16.00 WIB, sedangkan Screening Film dan Apresiasi Lokakarya berlangsung pukul 15.30–16.45 WIB.

Pada sore hari, Cowongan mengisi panggung pukul 16.00–17.00 WIB. Selanjutnya, Sharing Session berlangsung pukul 16.45–17.45 WIB. Pengunjung sebaiknya mengatur pilihan kegiatan karena beberapa agenda memiliki waktu yang beririsan.

Memasuki malam, festival menghadirkan pemutaran film dokumenter Peang Penjol pada pukul 19.00–20.00 WIB. Rangkaian kemudian berlanjut dengan Fragmen Ebeg Garap pada pukul 20.30–21.30 WIB.

Ruang Apresiasi Seni dan Budaya Banyumas

Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic Soetedja menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal seni melalui beragam bentuk pertunjukan. Kehadiran tari tradisional, musik, teater, sastra, pantomim, dan film menunjukkan luasnya ruang ekspresi yang dapat berkembang dalam satu kegiatan budaya.

Selain memberikan hiburan, festival ini membuka ruang pertemuan bagi seniman, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Interaksi tersebut dapat mendorong pertukaran gagasan sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya lokal.

Kehadiran kesenian Banyumasan juga menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan identitas budaya daerah kepada khalayak yang lebih luas. Melalui pertunjukan langsung, masyarakat dapat menikmati kekayaan tradisi sekaligus mengenal kreativitas yang berkembang di lingkungan seni setempat.

Masyarakat yang ingin menghadiri festival dapat menyesuaikan kunjungan dengan agenda pilihan masing-masing. Pengunjung juga perlu memperhatikan perbedaan lokasi pertunjukan antara gedung dan halaman gedung serta mencermati jadwal yang berlangsung bersamaan.

(naf/lex)

Iklan