JAKARTA, ifakta.co – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Persija Jakarta dan Persita Tangerang menyusul keributan dalam pertandingan Super League 2026/2027. Keputusan tersebut disampaikan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, sebagai tindak lanjut atas insiden di Stadion Banten International (BIS), Serang, Sabtu (17/10).
Persija menerima tiga sanksi terkait keributan di tribune penonton. Hukuman tersebut mencakup larangan menghadirkan suporter dalam pertandingan tandang selama separuh musim, serta denda atas keributan dan pelanggaran yang melibatkan petasan maupun flare.
Ferry Paulus menjelaskan, suporter Persija Jakarta tidak boleh menghadiri pertandingan tandang hingga berakhirnya putaran pertama Super League 2026/2027. Dengan ketentuan tersebut, pendukung Macan Kemayoran baru dapat kembali menyaksikan timnya secara langsung di laga tandang mulai pekan ke-19.
Iklan
Persija dijadwalkan menghadapi Java United pada 13 Februari 2027. Pekan ke-18 tidak termasuk dalam larangan tersebut karena Persija berstatus sebagai tuan rumah.
“Khusus Persija, suporter dilarang datang ke pertandingan away selama setengah musim. Jumlah pertandingannya memang ada enam pertandingan, tetapi selama satu setengah musim ini Persija dilarang menghadirkan suporter di semua pertandingan tandang yang akan dijalani, khusus di Super League,” kata Ferry.
Denda Persija Capai Rp60 Juta
Selain larangan suporter tandang, Persija juga dikenai denda finansial. Ferry menyebut klub menerima denda Rp30 juta terkait keributan di tribune. Sementara itu, pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan satu flare turut dikenai denda tambahan.
“Selain itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta dan ada beberapa keputusan denda lain yang dibebankan kepada Persija terkait pelanggaran berupa penyalaan petasan sebanyak tiga kali serta pelemparan satu buah flare. Sehingga suporter Jakmania atau Persija dinyatakan harus membayar denda sebesar Rp60 juta,” ucap Ferry Paulus.
Berdasarkan keterangan tersebut, total denda yang disebutkan untuk Persija mencapai Rp60 juta. Rinciannya meliputi denda Rp30 juta terkait keributan dan denda atas pelanggaran penggunaan petasan serta pelemparan flare.
Persita Juga Dijatuhi Sanksi
Sanksi tidak hanya diberikan kepada Persija. Persita Tangerang sebagai tuan rumah juga menerima hukuman karena dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan.
Ferry menyampaikan bahwa Komdis PSSI menilai panitia pelaksana pertandingan Persita melanggar tanggung jawab dalam mengamankan jalannya laga. Atas pelanggaran tersebut, panitia pelaksana dikenai denda Rp40 juta.
“Panitia Pelaksana Pertandingan Persita di kompetisi Super League diputuskan oleh Komdis melakukan pelanggaran berupa kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia pelaksana dikenakan denda sebesar Rp40 juta,” ujarnya.
Selain denda, Persita juga dilarang menghadirkan suporter tim tamu ketika menjamu Persija Jakarta. Hukuman ini menjadi bagian dari keputusan Komdis PSSI atas insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
“Salah satu poin yang sangat penting adalah Persita, dalam hal ini sebagai tuan rumah, selain mendapatkan sanksi denda secara finansial, juga dilarang menghadirkan suporter away untuk pertandingan melawan Persija Jakarta,” ia menambahkan.
Dengan keputusan tersebut, kedua klub sama-sama menerima sanksi setelah keributan di Stadion Banten International. Persija menghadapi larangan suporter tandang dan denda, sedangkan Persita dikenai denda serta larangan menghadirkan suporter tim tamu saat menghadapi Persija.
(ris/ris)







