BANYUMAS, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tarik Lokawisata Baturraden. Pemkab berencana menata posisi pedagang kaki lima (PKL), memperbarui fasilitas pemandian air hangat, serta menghadirkan pengalaman wisata yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Rencana tersebut muncul seiring penurunan jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi milik pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Banyumas ingin memperbaiki tata kawasan agar wisatawan dapat menikmati panorama alam Baturraden tanpa terganggu aktivitas perdagangan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Kusmantono, mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi pengelolaan objek wisata secara menyeluruh. Menurutnya, Banyumas masih menempati peringkat kelima dalam jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah. Namun, sejumlah destinasi milik pemerintah daerah menghadapi tantangan karena kunjungannya kalah dibandingkan objek wisata swasta.
Iklan
Oleh sebab itu, pemerintah ingin melibatkan pelaku usaha pariwisata dalam proses evaluasi. Langkah tersebut diharapkan membantu pemerintah memahami kebutuhan pengunjung sekaligus menemukan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing destinasi.
Selain memperbaiki tata kawasan, Pemkab Banyumas juga menaruh perhatian pada perubahan tren wisata. Kusmantono menilai generasi muda, terutama Generasi Z atau Gen Z, memiliki preferensi yang perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan destinasi.
Wisatawan muda kini cenderung mencari pengalaman yang memadukan panorama alam, kuliner, dan aktivitas rekreasi yang mengikuti perkembangan tren. Sementara itu, pilihan makanan di Lokawisata Baturraden masih banyak mengandalkan sajian tradisional. Karena itu, pengelola perlu mengevaluasi variasi kuliner agar destinasi tersebut mampu memenuhi selera pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Penataan Pedagang dan Pembaruan Fasilitas Baturraden
Salah satu agenda utama Pemkab Banyumas ialah mengatur sekitar 380 pedagang yang beraktivitas di Lokawisata Baturraden. Pemerintah berencana membagi mereka ke dalam sejumlah kelompok berdasarkan zona atau klaster usaha.
“Nantinya, para pedagang akan dikelompokkan berdasarkan klaster atau zona tertentu agar tidak menghalangi pemandangan atau view yang sebenarnya diinginkan pengunjung,” jelasnya, Selasa (20/10).
Melalui penataan itu, pemerintah ingin menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mempertahankan keindahan panorama alam. Pengelompokan pedagang juga diharapkan menciptakan kawasan yang lebih tertib tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.
Selain menata pedagang, Pemkab Banyumas berencana mengubah konsep pemandian air hangat. Selama ini, fasilitas tersebut mengandalkan ruang atau kamar tertutup. Ke depan, pemerintah mengkaji konsep pemandian terbuka yang menyerupai jacuzzi.
Konsep baru tersebut berpotensi memberikan pengalaman rekreasi yang berbeda bagi wisatawan. Namun, pemerintah masih perlu mengkaji aspek teknis, kenyamanan, kapasitas pengunjung, serta kebutuhan fasilitas pendukung sebelum merealisasikan rencana tersebut.
Pemkab Banyumas juga mempertimbangkan penambahan wahana gratis untuk memperkaya pilihan aktivitas wisata. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati panorama pegunungan, tetapi juga memperoleh alternatif rekreasi yang lebih beragam.
Sementara itu, rencana investor untuk mengelola Lokawisata Baturraden belum menunjukkan perkembangan lebih lanjut. Kusmantono menjelaskan bahwa pembenahan kawasan tetap menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan Tim Tujuh, yakni tim percepatan pembangunan daerah.
Pemerintah ingin memberikan ruang yang lebih leluasa bagi wisatawan untuk menikmati suasana alam Baturraden. Oleh karena itu, penataan pedagang dan pembaruan fasilitas menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman berwisata.
Pemkab Banyumas saat ini mengelola tujuh objek wisata. Destinasi tersebut meliputi Lokawisata Baturraden, Taman Apung Mas Kemambang, Menara Teratai, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman, Pemandian Kalibacin, dan Museum Wayang.
Dari tujuh destinasi tersebut, Lokawisata Baturraden masih menjadi penyumbang kunjungan wisatawan terbesar. Sejak Januari hingga September 2026, jumlah pengunjungnya telah melampaui 200 ribu orang.
Meski demikian, data pemerintah menunjukkan tren kunjungan wisata ke objek milik Pemkab Banyumas masih menghadapi tekanan. Secara keseluruhan, jumlah pengunjung tercatat turun sekitar 36 persen sejak 2022. Selain itu, angka kunjungan pada 2026 mengalami penurunan sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, menyebut penurunan kunjungan berlangsung sejak 2023 hingga 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kunjungan wisata di Jawa Tengah justru mengalami peningkatan sebesar 26 persen.
Perbedaan tren itu mendorong Pemkab Banyumas untuk mengevaluasi strategi promosi dan pengelolaan destinasi. Pemerintah perlu memperkuat daya tarik wisata, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kerja sama dengan pelaku usaha agar destinasi daerah mampu bersaing.
Sebagai langkah awal, Pemkab Banyumas mulai menerapkan sistem pembayaran nontunai atau cashless di seluruh objek wisata milik pemerintah daerah sejak 17 Oktober 2026. Sistem tersebut memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas penerimaan wisata.
Pengunjung yang memilih pembayaran tunai tetap memiliki alternatif melalui agen Laku Pandai yang bekerja sama dengan Bank Jateng. Dengan demikian, kebijakan tersebut tetap memberi pilihan kepada wisatawan yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan potongan harga sebesar 30 persen bagi rombongan wisatawan yang mengunjungi Lokawisata Baturraden dan Menara Teratai Purwokerto mulai 1 November 2026.
Pemkab Banyumas juga memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha pariwisata dan biro perjalanan. Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut mampu menarik lebih banyak pengunjung, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memperkuat posisi Banyumas sebagai tujuan wisata di Jawa Tengah.






