YORDANIA Ifakta.co – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah sistem pertahanan udara Yordania dilaporkan mencegat sejumlah rudal yang diduga diluncurkan dari Iran menuju Israel. Langkah militer tersebut memicu kemarahan sebagian warga Yordania yang menilai pemerintah terlalu jauh terlibat dalam konflik regional.
Sejumlah laporan saksi mata menyebutkan bahwa rudal yang melintas di wilayah udara Yordania berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan negara tersebut. Namun, intersepsi di udara itu menyebabkan serpihan dan puing rudal jatuh ke beberapa kawasan permukiman warga. Akibatnya, beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah warga mengalami luka akibat pecahan logam yang jatuh dari langit.
Pemerintah Yordania mengonfirmasi bahwa pihaknya memang menembak jatuh sejumlah rudal dan drone yang melintas di wilayah udara nasional selama meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan United States. Otoritas setempat menyatakan tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi kedaulatan wilayah serta keselamatan warga.
Iklan
Namun di sisi lain, langkah tersebut memicu reaksi keras di media sosial. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan seorang pria menyerukan masyarakat untuk turun ke jalan melakukan protes terhadap pemerintah. Dalam video itu, ia menuding kepemimpinan Abdullah II of Jordan lebih berpihak pada kepentingan Washington dan Tel Aviv dibanding mendengarkan aspirasi rakyatnya sendiri.
Pengamat menilai situasi ini menunjukkan betapa konflik di Timur Tengah memiliki efek domino yang luas. Negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam perang tetap dapat terdampak karena berada di jalur lintasan rudal, operasi militer, maupun sistem pertahanan udara yang aktif di kawasan.
Dengan meningkatnya eskalasi militer di kawasan, Yordania kini berada dalam posisi sensitif di satu sisi berupaya menjaga keamanan wilayahnya, namun di sisi lain menghadapi tekanan politik dan kemarahan sebagian warganya sendiri.
(FA/FZA)


