BANYUMAS, ifakta.co – Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 menghadirkan suasana berbeda. Sejumlah sukarelawan asal Belgia ikut memeriahkan agenda budaya tahunan tersebut dengan membawakan Tari Lengger Banyumasan. Penampilan yang dikenal sebagai Lengger Bule itu langsung menarik perhatian ribuan pengunjung di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Minggu (12/7) .
Aksi para sukarelawan bukan sekadar hiburan. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenal lebih dekat budaya Banyumas sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Belgia melalui seni tradisional.
Koordinator Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng), Tekad Santoso, menjelaskan rombongan asal Belgia terdiri atas 12 orang, yakni sembilan siswa dan tiga guru. Selama berada di Banyumas, mereka menjalankan berbagai kegiatan sosial, salah satunya membantu pengecatan SD Negeri 2 Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden.
Iklan
Namun, kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan sukarela. Para peserta juga memanfaatkan waktu untuk menikmati destinasi wisata sekaligus mempelajari budaya lokal.
“Mereka datang bukan hanya bekerja. Mereka juga berwisata dan belajar budaya Banyumas,” ujar Tekad.
Menurutnya, para sukarelawan langsung menunjukkan ketertarikan setelah mengetahui Festival dan Grebeg Suran Baturraden berlangsung bertepatan dengan masa kunjungan mereka.
Bahkan, seluruh peserta rela memulai proses rias sejak pukul 04.00 WIB agar dapat tampil maksimal sebagai penari Lengger Bule. Mereka juga menanggung sendiri biaya tata rias sebagai bentuk keseriusan mengikuti pertunjukan tersebut.
Tekad mengungkapkan semangat para sukarelawan sangat tinggi. Mereka menganggap kesempatan tampil dalam kesenian tradisional Banyumas sebagai pengalaman yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
“Mereka sangat antusias. Pengalaman ini benar-benar luar biasa karena sebelumnya mereka belum pernah melihat, apalagi merasakan langsung Tari Lengger,” katanya.
Program sukarelawan yang dikelola Yayasan Tileng sebenarnya telah berlangsung sejak 2017. Namun, pandemi COVID-19 sempat menghentikan kegiatan tersebut selama beberapa waktu. Setelah kondisi membaik, program kembali berjalan mulai 2022 dan terus berlanjut hingga sekarang.
Selain mengenalkan budaya Banyumas kepada peserta asing, kegiatan itu juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Hingga kini, para sukarelawan telah membantu renovasi empat sekolah dasar. Mereka juga ikut membangun empat taman kanak-kanak dan empat lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Tekad menilai kontribusi tersebut sangat membantu peningkatan sarana pendidikan di sejumlah desa. Karena itu, hubungan kerja sama antara Yayasan Tileng dan masyarakat Banyumas terus berkembang setiap tahun.
Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 kemudian menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan budaya lokal dengan budaya internasional. Penampilan Lengger Bule pun menjadi salah satu agenda yang paling banyak menarik perhatian pengunjung karena menghadirkan kolaborasi penari Banyumas bersama sukarelawan Belgia.
Salah seorang peserta asal Belgia, Mieke, mengaku sangat terkesan selama berada di Baturraden. Menurutnya, keindahan alam dan keramahan masyarakat meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh rombongan.
“Baturraden sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Kami merasakan sambutan yang begitu hangat. Kami senang dapat menjadi bagian dari budaya Indonesia dan mengenal lebih dekat tradisi yang begitu indah,” katanya.
Mieke menjelaskan rombongan berasal dari Sekolah Maricolen di Kota Brugge, Belgia. Selama dua pekan terakhir mereka tinggal di Baturraden dan masih akan melanjutkan kegiatan sukarela selama sekitar tiga pekan.
Selain menikmati pengalaman budaya, para sukarelawan juga mengaku menyukai beragam kuliner khas Indonesia. Nasi goreng, mi, tempe, ayam, hingga aneka buah menjadi menu favorit selama berada di Banyumas.
Pengalaman tersebut membuat Mieke berharap dapat kembali lagi ke Indonesia pada masa mendatang. Ia ingin melanjutkan kegiatan sukarela sekaligus mempelajari budaya Indonesia secara lebih mendalam.
Melalui kolaborasi seni, kegiatan sosial, dan pertukaran budaya, Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 kembali menunjukkan bahwa tradisi lokal mampu menjadi jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas kepada dunia.
(naf/lex)



