TANGERANG, ifakta.co – Jeritan dan keluh kesah seorang warga bernama Astirah (68) yang tinggal di RT 09/03 Desa Sidoko Kecamatan Gunung Kaler mengeluhkan hidup keseharianya yang tidak mempunyai suami apalagi anak hal tersebut diungkapkannya setelah menerima bingkisan dari seorang Jurnalis ifakta.co jelang hari raya idul fitri.

Astirah sangat berharap bantuan dari pemerintah setempat namun hal tersebut hanya omong – omong dan penantian sia-sia dirinya sangat pasrah akan nasib dan kehidupan untuk bertahan hidup dalam kesehariannya.

Bahkan data – data seperti KTP KK Astirah sudah dicek 2 tahun yang lalu dan beberapa kali diajukan kepada RT dan pemerintah setempat untuk bisa mendapatkan program bantuan dari pemerintah setempat alhasil sampai takbir berkumandang dan hari lebaran dirinya hanya bisa meratap kesedihan yang tiada henti.

Iklan

Warga tersebut yang didampingi adik perempuannya Atun yang susah melihat juga ikut merasakan kesedihan yang tiada tara dan berharap adanya bantuan dari pemerintah,” ungkapnya saat di wawancarai pada Jumat April 2025.

Lebaran idul fitri 2025 dirinya hanya bisa menangis dan meratap kesedihan bahkan histerisnya mengutarakan jika tak ada ponakan dan keluarga terdekat dirinya berkata tidak bisa makan karena tidak mempunyai uang sama sekali untuk memikul beban sehari – hari belum ditambah sakit yang mereka deritanya.

Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah setempat dan orang orang yang dermawan yang peduli terhadap kehidupan sehari-harinya.

Adanya program sembako tebus murah yang dikeluarkan oleh Bupati dan wakil Bupati terpilih melalui kecamatan nyaris pihak Desa setempat tidak memikirkan untuk memberikan kupon tebus murah kala itu.

Yoga aktivisis kabupaten Tangerang angkat bicara dan ikut prihatin dengan adanya warga yahg terdampak kesulitan ekonomi yang tidak diperhatikan, seharusnya pemerintah Desa Sidoko bisa melihat dan kroscek warganya yang bener sulit akan kehidupan sehari hari itulah yang diprioritaskan.

“Insyallah kita akan coba soundingkan ke Pak Bupati dan Wakil Bupati serta Dinas Dinas terkait jika memang pemerintah setempat tidak mampu memberikan perhatian khusus kepada warganya yang kurang mampu dalam kehidupan sehari harinya,” tegas Yoga kepada ifakta.co

Kepala Desa, Sekdes, Staf Desa hingga Operator Desa saat dimintai keterangan hanya bilang kirim data aja kang, namun sudah sekian tahun belum ada tindakan atau realisasinya hingga saat ini.

Program dari pemerintah yang seharusnya prioritas kepada warga namun faktanya hanya memikirkan dan mengutamakan pegawai serta kader kadernya saja dalam pantauan awak media waktu penyaluran.

Yoga menambahkan Camat Gunung Kaler diminta tegas dan ambil tindakan dan turun jika ada jeritan warganya yang kurang mampu atau kesulitan dalam ekonomi,” tandas Yoga Aktivis Kabupaten Tangerang.(Alex)