TANGERANG, ifakta.co – Sikap Kepala Desa Kandawati, Sumarni, menjadi sorotan tajam setelah dinilai mengabaikan berbagai keluhan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan hingga santunan anak yatim yang diajukan oleh PWGK-Kresek.

Warga mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada langkah konkret dari pemerintah desa untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Kades Sumarni. Namun, sikap yang ditunjukkan justru terkesan bungkam dan mengabaikan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Iklan

“Sudah beberapa kali kami mencoba meminta klarifikasi, namun tidak ada respons. Bahkan di media sosial pun tidak terlihat adanya transparansi atau upaya komunikasi kepada publik,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mempertanyakan realisasi program desa seperti mobil siaga dan kegiatan desa lainnya yang hingga kini belum terlihat keberadaannya. Kondisi ini semakin memunculkan dugaan adanya persoalan dalam tata kelola anggaran desa.

Di sisi lain, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Lintas LSM Banten Raya turut angkat bicara. Mereka mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk segera menunjukkan keseriusannya dalam menangani laporan dugaan korupsi yang dinilai berjalan di tempat.

Koalisi tersebut menyoroti laporan dugaan korupsi terkait pengadaan mobil siaga desa di empat desa yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

“Penegak hukum harus berani menunjukkan taringnya. Jangan sampai laporan masyarakat hanya berhenti tanpa kejelasan,” tegas perwakilan koalisi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kandawati, Sumarni, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai persoalan yang disorot masyarakat dan sejumlah pihak tersebut.

(Sb-Alex)
PWGK-KRESEK Kabupaten Tangerang