JAKARTA, ifakta.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya terus memperkuat standar profesionalisme anggotanya. Hal ini ditegaskan melalui pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) lanjutan dan pendalaman yang sekaligus menjadi pelatihan perdana Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya.
Kegiatan digelar pada Senin Senin 05/01/26 di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya lantai 9, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat.
Sebanyak 28 calon anggota mengikuti kegiatan ini.
Iklan
Pembukaan dilakukan oleh Sekretaris Umum PWI Jaya, Arman Suparman, mewakili Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo.
Dalam sambutannya, Arman menegaskan bahwa wartawan bukan hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga wajib berpegang pada etika, integritas, dan tanggung jawab sosial.
“OKK dan SJI ini adalah pondasi.
Wartawan harus paham peran dan batasannya. Profesionalisme tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan dipandu oleh penanggung jawab SJI PWI Jaya, Haresti Asysy Amrihani.
Ia menjelaskan bahwa SJI hadir sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan bagi wartawan di tengah perubahan industri media yang sangat cepat.
“SJI dirancang agar wartawan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan pola konsumsi informasi, dan tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi,” ujar Haresti, kandidat doktor komunikasi.
Dua narasumber hadir mengisi sesi diskusi.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Jaya, Jumar Sudiyana, membahas Kode Etik Jurnalistik secara mendalam. Ia menekankan bahwa integritas, independensi, dan akurasi adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar dalam kerja jurnalistik.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jaya, Bagus Sudarmanto, menyoroti pentingnya pemberitaan yang ramah anak.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan identitas anak dan penggunaan bahasa yang empatik merupakan kewajiban moral sekaligus hukum.
Diskusi berlangsung dinamis.
Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik jurnalistik di lapangan, termasuk tantangan dalam pemberitaan kriminal dan tekanan persaingan media digital.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat OKK lanjutan serta kartu anggota PWI Jaya. Penyerahan ini menjadi tanda pengakuan resmi sekaligus komitmen para peserta untuk menjalankan profesi jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Melalui program ini, PWI Jaya menegaskan komitmen memperkuat kualitas wartawan. Bukan hanya terampil menulis, tetapi juga bertanggung jawab, beretika, dan siap menghadapi dinamika industri media modern.
(Usman)



