Banjir di Cengkareng Telan Korban, Posko Hanya Ajang Selfie Aparat

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2020 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Jakarta – Salah satu aktivis sosial Jakarta menilai, Camat Cengkareng A Faqih dinilai lalai dan kurang tanggap atas bencana banjir yang menelan korban jiwa di RT 11/01 Kelurahan Cengkareng Barat.

“Bencana banjir yang menelan korban jiwa adalah tamparan keras bagi aparatur kecamatan Cengkareng yang dinilai bekerja hanya sebatas menggugurkan kewajiban,” kata aktivis sosial Jaenal Abidin kepada wartawan, Sabtu 4 Januari 2020 pagi.

Jaenal menyayangkan, posko bencana hanya untuk dijadikan pusat selfi bagi para aparatur setempat.

Ia merinci berdasarkan penelurusan dan data yang berhasil dihimpun terdapat tujuh titik banjir dikecamatan Cengkareng dan hampir keseluruhannya terdapat posko bantuan.

Namun sayangnya warga yang terdampak langsung dari bencana tersebut justru luput dari perhatian jajaran kecamatan Cengkareng.

“Seharusnya mereka memiliki data yang akurat sehingga pemetaan yang dilakukan tidak salah arah,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut ia menilai data yang dimiliki kecamatan Cengkareng yang digunakan sebagai dasar untuk mendirikan tenda-tenda darurat sia-sia dan tidak berfungsi dengan maksimal.

“Data yang digunakan untuk melakukan pemetaan oleh aparatur kecamatan cengkareng salah total, dan berakibat fatal,” jelasnya.

Jaenal berharap kedepan aparatur kecamatan Cengkareng dapat meminimalisir kesalahan pengolahan data dan pemetaan yang dilakukan sehingga tidak lagi ada korban jiwa.

“Berdasarkan data itu bisa dilakukan tindakan tindakan preventif, misalnya lokasi jumlah penduduk yang terkena dampak, kontur lingkungan dan usia rentan, jangan asal bangun dan yang penting atasan lurah camat senang,” pintanya.

Sementara itu, Camat Cengkareng A Faqih saat dihubungi wartawan via selulernya berkilah pada saat kejadian bencana pihaknya telah melakukan prediksi sebelumnya, namun curah hujan yang tinggi diluar dugaan.

“Kita sudah membuat SOP tanggap bencana, kita prediksi hujan ditahun ini akan sama seperti ditahun kemarin perkiraannya hanya sekitar 100mm perjam ternyata kejadiannya itu sampai 375 mm per jam,” kata Camat dihubungi lewat selulernya.

Saat disinggung terkait gagalnya penanganan bencana yang menelan korban jiwa pada bencana banjir tersebut dirinya berkilah yang bisa menilai gagal tidaknya penetapan tanggap bencana adalah kewenangan gubernur provinsi DKI Jakarta.

“Silahkan anda tanyakan itu kepada gubernur, kita melayani masyarakat bagaimana melakukan pertolongan,”singkatnya.

Untuk diketahui, duka mendalam masih menyelimuti keluarga Suhanda, korban yang diduga meninggal lantaran kelelahan saat bencana banjir melanda kawasan ibu kota dan sekitarnya.

Suhanda diketahui meninggal di salah satu mushola yang dijadikan warga RT 011/01 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat sebagai tempat pengungsian lantaran minimnya bantuan dari pemerintah setempat.

M Yunus salah seorang anak korban kepada wartawan menuturkan, sebelum meninggal korban sempat mengeluhkan dingin disekujur badannya lantaran nihilnya bantuan dari pemerintah setempat kendati posko bencana tidak jauh dari tempatnya berada.

“Boro-boro ada bantuan dari pemerintah, melongok kamipun tidak,”kata Yunus kepada wartawan sabtu (4/1/2020).

Ia menilai, minimnya perhatian dari pemerintah kelurahan dan kecamatan Cengkareng tersebut disinyalir lantaran kurang sigapnya para petugas yang bersiaga disekitaran posko bencana yang tidak jauh dari posisi tempat meninggalnya almarhum.

“Saya tidak habis fikir, kenapa orangtua saya dan warga sekitar kami bisa diabaikan dan seolah diterlantarkan padahal posko siaga bencana tidak jauh dari tempat kami,” jelasnya.

Menurut dia, kejadian tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini aparatur kecamatan cengkareng agar kedepannya tidak lagi ada korban jiwa saat bencana kembali melanda ibu kota.

“Ngapain buat posko kalau cuma buat foto foto doang terus dikirim ke pimpinan mereka, sedangkan masyarakat disekitar posko itu tidak secuilpun merasakan manfaat dari didirikannya posko tersebut,” keluhnya. (My)

Baca juga :  Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok Gas LPG 3 Kg Masih Aman

Berita Terkait

PT KCN Salurkan Dana CSR untuk Bangun Panggung Permanen di RW 011 Rusunawa Marunda
Gawat! Jaktim Darurat Pil Koplo, Pedagang Akui Koordinasi dengan APH
Pemerintah Abai Harga Bawang Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar
Dukungan ke Iqbal Irsyad Sebagai Ketua PWI Jaya Semakin Besar dan Kuat
Ketua Umum PWI Buka Pra-UKW Riau dan Papua Tengah Diikuti oleh 60 Peserta
Tradisi Lebaran ala Betawi, Warga Duri Kosambi Jalani Halal Bihalal Selama 7 Hari
Jelang Lebaran, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa Menabur Kasih di TPST Bantar Gebang
Jelang Hari Raya Majalah Exclusive Komunitas Todays Kembali Bagikan Sembako

Berita Terkait

Kamis, 25 April 2024 - 09:38 WIB

Tiga Perwira TNI AD Raih Cumlaude Gelar Doktor di Universitas Gajah Mada

Kamis, 25 April 2024 - 09:14 WIB

Tindak Tegas, Pilar Gunting Kabel Fiber Optik yang Semrawut

Rabu, 24 April 2024 - 18:31 WIB

Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Standar Pelayanan Minimal Kategori Terbaik se-Indonesia

Rabu, 24 April 2024 - 17:25 WIB

Kota Tangerang dan Kota Yantai Sepakat Jadi Sister City

Rabu, 24 April 2024 - 17:15 WIB

Wakili Dandim Kasdim Tigaraksa Pimpin Apel PAM RI1

Rabu, 24 April 2024 - 17:05 WIB

Tono Darussalam Ketua MPC PP Kota Tangerang : Aset Pemkab Ratusan Milyar Terbengkalai dan Kumuh

Rabu, 24 April 2024 - 15:55 WIB

Sadis, Tante Kandung Habisi Nyawa Bocah 7 Tahun

Selasa, 23 April 2024 - 21:03 WIB

Lewat Perwal No.47 Tahun 2019, Senjata Pemkot Tangsel Berantas Kabel Fiber Optik yang Semrawut

Berita Terbaru

Regional

Tindak Tegas, Pilar Gunting Kabel Fiber Optik yang Semrawut

Kamis, 25 Apr 2024 - 09:14 WIB

Regional

Kota Tangerang dan Kota Yantai Sepakat Jadi Sister City

Rabu, 24 Apr 2024 - 17:25 WIB

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca