Cerita di Balik Seabrek Prestasi Dalang Milenial dari Nganjuk Ki Akbar

SOSOK

Namanya kian membahana di wilayah Jawa Timur, dengan suara yang khas dan antawacana (cara membedakan suara tokoh pewayangan) sangat mumpuni.

Adalah Akbar Syah Alam (ASA) remaja 19 tahun asal Kabupaten Nganjuk yang pernah berhasil menyabet berbagai penghargaan dibidang seni pewayangan baik kejuaraan di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Poto Ikbar Syah Alam

Karena kepiawaiannya memainkan wayang kulit, membuat jadwal shownya terbilang padat. Untuk anak seusia Akbar yang masih sangat muda ini tergolong unik. Pasalnya, di usia milenial itu ia memutuskan untuk menjadi dalang, bahkan bakat itu sudah terlihat sejak kecil.

Ditengah kesibukannya saat show, iFAKTA.CO berhasil menemui dalang keren itu di sela-sela shownya yang berduel dengan kakaknya Badar Alam (BA) pada satu panggung pada 27 Oktober 2019 di Desa Kedhungdowo Kecamatan Nganjuk. Dari sana Ki Akbar sebutan akrab untuknya menceritakan perjalanan karirnya.

“Awal mula saya belajar seni dalang karena saya sejak kecil terbiasa di dongengi kakek saya dengan menggunakan wayang- wayangan dari kertas, lantas saya sering menirukannya. Ketika kelas 2 SD, saya bersama kakak kandung saya Badar mengambil les privat dalang pada seorang guru bernama P Suyitno yang rumahnya di Desa Mbuduran Nggandu Kecamatan Bagor Nganjuk,” ujar Ki Akbar memulai cerita, pada Minggu 27 Oktober 2019 malam lalu.

Setelah ia duduk di kelas 4 SD lanjutnya, gurunya itu meninggal dunia sedangkan kakakya Badar melanjutkan kuliah di ISI Surakarta mengambil jurusan Pedalangan .

“Mau tidak mau saya harus mengambil ilmu dari kak Badar. Selain itu saya juga belajar secara autodidak dari nonton wayang, membaca buku-buku  pewayangan dan sejarah dan juga mempelajari banyak hal dari internet,” katanya.

Berbagai Piala dan  kejuaraan berhasil dimenangkan Akbar, diantaranya kelas 4 SD ia berhasil menjuarai Festival Dalang Bocah tingkat provinsi sebagai 5 besar penyaji terbaik.

Seabrek Prestasi

Berbagai prestasi pernah ia sabet seperti pada kelas 5 Sekolah Dasar (SD) ia masuk 10 besar pada Festival Dalang Bocah tingkat Nasional. Ketika SMP kelas 2, Akbar sebagai juara 2 siswa berprestasi di bidang seni tingkat Provinsi Jawa Timur.

Tak hanya puas di situ Akbar kembali menguji bakatnya dengan mengikuti Festival Dalang Remaja tingkat Provinsi Jawa Timur. Di festival ini kembali ia memboyong piala terbaik. Dengan seabrek prestasi yang ia larih, ketika kelas 2 SMA oleh Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Nganjuk, Ki Akbar di nobatkan sebagai Duta Wisata Kangmas Persahabatan Nganjuk kala itu.

Pemuda tampan kelahiran 8 Oktober tahun 2000 yang merupakan putra dari pasangan  Abdullah Mubarok Choli dan  Fitri Kusuma Wardani itu telah mendapatkan banyak job di seluruh kota- kota di Jawa Timur, terutama di bumi Anjuk Ladang. Bahkan ia pernah diundang show di luar Jawa tepatnya di Bontang Kalimantan Timur.

Dengan giat ia berlatih mengasah skil dalam memainkan wayang kulit yang diiringi oleh  grup Karawitan Astrabrata miliknya yang beranggotakan para pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa.

Ki Akbar sengaja merekrut teman- temannya yang berbakat untuk bergabung dalam musik penggrawit karena ia sejak SMA berniat untuk menggugah generasi Milenial agar mencintai dan melestarikan budaya Jawa. Hal ini yang menjadi daya tarik para penonton karena menyaksikan anak-anak muda berbakat seni dalam satu paket pagelaran seni wayang kulit.

Visi dan Misi Ki Akbar

Akbar Syah Alam mempunyai visi dan misi agar seni pewayangan dapat lebih di kenal di kalangan anak muda dan tak hanya menjadi tontonan orang tua saja. Karna menurutnya pagelaran wayang kulit merupakan sarana yang tepat untuk memberikan informasi yang baik dan luhur sebab di dalamnya sarat akan pesan moral yang baik.

Peraih Juara Penyaji terbaik dalam ajang Festifal Dalang Remaja Nasional itu juga berpesan pada semua pemuda di Indonesia untuk melestarikan budaya Jawa.

“Cintai budaya Jawa khususnya wayang kulit yang telah di akui dunia lewat UNESCO sebagai karya agung budaya dunia dan kita harusnya merasa bangga terhadap warisan budaya asli milik bangsa Indonesia dengan pengakuan dunia itu,” pungkasnya menutuo perbincangan.

Oleh: Mayangsari

2 COMMENTS

  1. hi there

    For a limited time we are offering this special deal, of 50 unique domains PBN posts for only 49$

    THIS service IS EXCLUSIVELY FOR QUALITY LOVERS who want natural links with relevant content on HIGH AUTHORITY sites. Such high metrics l!inks will definitely boost your SERP.

    Take advantage of this great offer today:
    https://www.monkeydigital.co/product/50-pbn-posts/

    For any querry or special requirements contact us directly
    https://www.monkeydigital.co/contact/

    thanks and regards
    Monkey Digital Team

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here