CILACAP, ifakta.co – Rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap mulai membuka peluang masuknya investasi asing. China Road and Bridge Corporation (CRBC), perusahaan konstruksi asal China, menunjukkan ketertarikan untuk menjajaki pendanaan proyek yang akan melintasi Kabupaten Banyumas tersebut.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, membahas peluang itu saat memenuhi undangan CRBC di Jakarta pada Selasa (13/10). Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menjelaskan perkembangan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan kawasan utara dan selatan Jawa Tengah.
Sadewo menyampaikan sejumlah informasi mengenai langkah pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mempersiapkan proyek tersebut. Menurutnya, rencana Tol Pejagan-Cilacap telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dokumen perencanaannya juga telah melalui pembahasan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Iklan
Meski begitu, pemerintah masih perlu memastikan skema pendanaan sebelum melangkah ke tahap pembangunan. Sadewo menyebut pembiayaan menjadi salah satu hal penting yang perlu segera memperoleh kepastian.
“Sekarang tinggal menunggu skema pembiayaannya,” ujar Sadewo.
Pemerintah membuka peluang investasi sebagai salah satu alternatif pendanaan. Melalui skema tersebut, investor dapat terlibat dalam pembangunan sekaligus memperoleh kesempatan mengelola proyek selama jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.
CRBC menjadi salah satu perusahaan yang mulai menjajaki peluang tersebut. Namun, ketertarikan untuk berinvestasi belum berarti perusahaan itu telah menetapkan komitmen pendanaan atau menandatangani kesepakatan pembangunan.
Jika pemerintah memperoleh kepastian pembiayaan dan menyelesaikan tahapan persiapan, pembangunan Tol Pejagan-Cilacap paling cepat dapat mulai pada 2027. Target itu masih mengikuti rencana pemerintah pusat dan bergantung pada perkembangan proses selanjutnya.
Hubungkan Pantura dan Jalur Selatan Jawa Tengah
Tol Pejagan-Cilacap memiliki peran strategis dalam rencana pengembangan konektivitas di Jawa Tengah. Jalan tol ini diharapkan menghubungkan kawasan utara atau Pantura dengan wilayah selatan sehingga perjalanan antardaerah menjadi lebih mudah.
Bagi Banyumas, kehadiran jalan tol tersebut berpotensi meningkatkan akses transportasi dan memperlancar mobilitas masyarakat. Selain itu, jalur ini dapat mendukung distribusi barang serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah yang selama ini mengandalkan jaringan jalan yang tersedia.
Konektivitas yang lebih baik juga berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar jalur tol. Pelaku usaha dapat memperoleh akses transportasi yang lebih mendukung kegiatan distribusi. Sementara itu, masyarakat berpotensi menikmati kemudahan perjalanan menuju berbagai pusat aktivitas ekonomi.
Meski demikian, pemerintah masih perlu melewati sejumlah tahapan sebelum proyek memasuki fase pembangunan. Kepastian pembiayaan menjadi salah satu faktor utama. Karena itu, target awal pembangunan pada 2027 belum menjamin pekerjaan fisik akan langsung dimulai pada tahun tersebut.
CRBC sendiri merupakan perusahaan konstruksi infrastruktur asal China yang memiliki pengalaman mengerjakan berbagai proyek transportasi dan jembatan. Perusahaan tersebut juga disebut terlibat dalam pembangunan sebagian infrastruktur Jembatan Suramadu.
Pengalaman tersebut menjadi latar belakang yang relevan dalam penjajakan peluang investasi proyek infrastruktur. Namun, keterlibatan CRBC dalam Tol Pejagan-Cilacap masih memerlukan tindak lanjut dari kedua pihak, terutama terkait skema pendanaan dan kesepakatan investasi.
(naf/sib)







