BANYUMAS, ifakta.co – Persoalan pengelolaan sampah di Banyumas Raya mendorong Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) membuka pembahasan mengenai teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

UMP menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) yang membahas peluang pemanfaatan teknologi PSEL asal Jerman. Forum tersebut mempertemukan berbagai pihak untuk mengkaji kemungkinan penerapan teknologi pengolahan sampah secara modern dan terpadu.

Pembahasan mencakup wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Iklan

Selain membahas teknologi, forum tersebut juga membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, investor, serta pemangku kepentingan lain. Kolaborasi menjadi salah satu aspek penting karena pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dari berbagai sektor.

Dikutip dari Tribun (28/9), Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, mengatakan kampus mendukung upaya membangun sistem pengolahan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“UMP berkomitmen untuk mendukung terwujudnya pengolahan sampah secara modern dan berkelanjutan. Kehadiran teknologi PSEL dari Jerman ini menjadi peluang untuk mempelajari dan mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Jebul, teknologi bukan satu-satunya aspek yang perlu mendapat perhatian. Pengelolaan sampah juga membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, kondisi sosial, manfaat ekonomi, serta keberlanjutan program.

Karena itu, perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui kajian dan inovasi. UMP juga dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah modern.

INTEC Germany Siapkan Teknologi dan Pendanaan

Perwakilan INTEC Germany, Miss Ramzee, menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala besar di Banyumas Raya.

Dukungan tersebut mencakup teknologi serta pendanaan. Selain itu, teknologi yang mereka tawarkan menggunakan konsep zero waste dengan tujuan mengoptimalkan pengolahan sampah dan menekan sisa hasil pengolahan.

“Kami dari INTEC Germany siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi teknologi maupun pendanaan, untuk mewujudkan fasilitas pengolahan sampah berskala besar di Banyumas Raya,” ungkap Miss Ramzee.

Ia menjelaskan teknologi tersebut memiliki konsep zero waste. Melalui pendekatan itu, pengelola dapat mengolah sampah secara optimal dan menekan sisa pengolahan hingga mendekati nol.

“Teknologi yang kami tawarkan dirancang dengan konsep zero waste, sehingga sampah dapat diolah secara optimal dan sisa hasil pengolahannya dapat diminimalkan hingga mendekati nol,” lanjutnya.

Namun, pembangunan fasilitas berskala besar membutuhkan kerja sama lintas sektor. Karena itu, INTEC Germany mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi, investor, dan pemangku kepentingan lain untuk membangun sinergi sejak tahap perencanaan.

FGD di UMP menjadi salah satu ruang awal untuk membahas peluang tersebut. Selanjutnya, berbagai pihak dapat mengkaji aspek teknologi, pendanaan, lingkungan, serta kebutuhan masyarakat sebelum menentukan bentuk pengembangan yang sesuai.

(naf/lex)

Iklan