JAKARTA, ifakta.co – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko hantavirus terhadap masyarakat umum tetap rendah, meskipun terjadi dugaan wabah di sebuah kapal pesiar di wilayah Samudra Atlantik yang telah menewaskan tiga orang dan membuat beberapa lainnya sakit.

Wabah di Kapal MV Hondius

Insiden ini terjadi di kapal ekspedisi polar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde. Kapal tersebut membawa sekitar 150 penumpang dan telah singgah di beberapa wilayah selama perjalanan.

Menurut WHO, hingga saat ini terdapat enam orang yang terdampak, dengan tiga di antaranya meninggal dunia. Satu kasus telah terkonfirmasi positif hantavirus melalui uji laboratorium, sementara kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Iklan

Salah satu penumpang yang sakit dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di Afrika Selatan.

Pernyataan WHO

WHO menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan. Virus hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat atau lingkungan yang terkontaminasi, bukan melalui penularan antar manusia secara mudah.

“Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah,” demikian penegasan WHO dalam keterangannya, sambil menyebut bahwa pihaknya terus melakukan investigasi bersama otoritas kesehatan di berbagai negara terkait.

Penanganan dan Investigasi

Saat ini, WHO bersama otoritas kesehatan terkait tengah melakukan pelacakan sumber infeksi, termasuk kemungkinan paparan selama perjalanan kapal atau di lokasi persinggahan sebelumnya. Proses evakuasi medis juga dilakukan terhadap penumpang yang mengalami gejala berat.

Pemerintah negara-negara terkait turut dilibatkan untuk memastikan penanganan kasus berjalan cepat dan terkoordinasi.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan virus yang biasanya ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat lainnya. Pada kasus tertentu, infeksi dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian, meski kasus penularan antar manusia tergolong sangat jarang.

(jo/wl)