SEMARANG, ifakta.co – Universitas Negeri Semarang (UNNES) menerima kunjungan delegasi Mae Fah Luang University (MFU), Thailand, dalam rangka penjajakan kerja sama dan penguatan kolaborasi riset di bidang kesehatan, Rabu (1/4), di Gedung H Rektorat.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNNES Prof. S. Martono bersama jajaran pimpinan universitas, meliputi Wakil Rektor I, II, III, dan IV, Sekretaris Universitas, pimpinan Fakultas Kedokteran, serta Kepala Kantor Urusan Internasional dan SDGs.

Dalam sambutannya, Prof. Martono menegaskan bahwa kunjungan delegasi MFU menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan internasional, khususnya di bidang kesehatan dan penelitian. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Fakultas Kedokteran UNNES dan MFU selama ini.

Iklan

“Kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujarnya, dikutip dari laman UNNES, Rabu (1/4).

Delegasi MFU yang tergabung dalam Area-Based Research and Innovation in Cross-Border Health Group dipimpin oleh Asst. Prof. Dr. Phitsanuruk Kanthawee dan beranggotakan lima orang.

Mereka terdiri atas postdoctoral researcher Asst. Prof. Dr. Soontaree Suratana, Dr. Siriwan Kantisin, Lecturer Chaloemphan Kaewkanta, serta Assistant Professor Onnalin Singkhorn.

Perwakilan MFU menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh UNNES dan menilai kunjungan ini sebagai langkah awal untuk memperluas kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNNES.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk berkunjung ke UNNES. Dalam dua tahun terakhir, kolaborasi yang terjalin telah memberikan manfaat bagi kedua institusi, baik dalam penelitian maupun kegiatan akademik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas,” ungkap Asst. Prof. Dr. Phitsanuruk Kanthawee.

Selama dua tahun terakhir, kedua institusi telah menjalin berbagai bentuk kerja sama, di antaranya penelitian bersama, keterlibatan sebagai penguji eksternal, pertukaran dosen, serta partisipasi dalam seminar dan konferensi internasional. MFU juga mengundang perwakilan UNNES sebagai pembicara dalam forum internasional.

Dalam pertemuan tersebut, diskusi difokuskan pada pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk riset kolaboratif, co-teaching, publikasi internasional, serta program mobilitas akademik.

Selain itu, turut dibahas peluang kolaborasi lintas fakultas dan penguatan peran kedua institusi dalam jejaring global di bidang kesehatan masyarakat dan sistem layanan kesehatan.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being, melalui kolaborasi akademik dan kegiatan lapangan, termasuk kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, seperti Visiting Scholar Program 2025 di MFU yang melibatkan Dekan Fakultas Kedokteran UNNES Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, serta Visiting Professor Program 2024 di UNNES. Kedua institusi berkomitmen untuk terus mengembangkan kolaborasi terintegrasi yang mencakup riset, publikasi bersama, pertukaran akademik, hingga mobilitas mahasiswa.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi dan penjajakan kerja sama secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, UNNES dan MFU diharapkan dapat membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

(naf/kho)