MIMIKA, ifakta.co — Insiden penembakan kembali terjadi di wilayah tambang PT Freeport Indonesia, Papua Tengah. Seorang insinyur senior Departemen Hidrologi, Simson Mulia (48), tewas setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di area Jayapura Lime Quarry, dekat tambang terbuka Grasberg, Rabu (11/3/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIT saat Simson tengah menjalankan tugas pemeriksaan hidrologi di lokasi tambang. Saat itu, ia berada di bak mobil operasional bersama rekannya, Abraham Marindal, yang mengemudi.
Tiba-tiba, dua letusan senjata api terdengar. Simson langsung terjatuh dengan luka tembak di bagian telinga kiri. Sementara Abraham berhasil selamat meski mengalami luka di tangan saat berusaha menyelamatkan diri.
Iklan
Abraham kemudian menghubungi tim melalui handy talkie untuk meminta evakuasi. Tak lama berselang, aparat Brimob tiba di lokasi. Namun situasi disebut masih belum aman karena tembakan kembali terdengar dari arah pegunungan kapur di sekitar area tambang.
Simson sempat dilarikan ke RS Internasional SOS Tembagapura sekitar pukul 10.05 WIT. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dua jam setelah kejadian.
Keamanan Area Dipertanyakan
Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait sistem keamanan di kawasan Freeport yang berstatus objek vital nasional. Padahal, area tersebut dijaga oleh sekitar 1.600 personel gabungan TNI-Polri, termasuk ratusan anggota Brimob.
Selain itu, Freeport juga mengerahkan lebih dari 1.000 petugas keamanan internal dan pihak ketiga. Sepanjang 2024, perusahaan bahkan menggelontorkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk pengamanan, termasuk dukungan logistik bagi aparat.
Meski demikian, pelaku bersenjata masih bisa masuk ke area tambang dan melakukan penyerangan.
Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam. “Mohon waktu karena kami perlu proses investigasi yang komprehensif,” ujarnya singkat.
Diduga Libatkan Kelompok Bersenjata
Satgas Cartenz menduga penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Namun klaim tersebut belum dapat dipastikan.
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut pihaknya belum menerima laporan dari jaringan di Mimika karena sejumlah anggotanya ditangkap aparat beberapa waktu lalu.
Bukan Kejadian Pertama
Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan di wilayah Freeport. Pada 2020, seorang pekerja asal Selandia Baru, Graeme Wall, juga tewas ditembak di kawasan Kuala Kencana.
Selain itu, pada Februari 2026, seorang prajurit TNI dilaporkan tewas dalam insiden di jalur Kuala Kencana–Tembagapura. Kasus tersebut bahkan diwarnai perbedaan versi antara aparat terkait penyebab kematian.
Saksi Kunci Trauma
Hingga kini, Abraham Marindal sebagai saksi kunci belum memberikan keterangan resmi karena masih mengalami trauma. Polisi menyebut proses pendalaman keterangan masih tertunda.
Sementara itu, jenazah Simson telah dimakamkan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). Keluarga menyebut kematian korban sebagai peristiwa yang “tragis dan dramatis”. (AMN)



