BANYUMAS, ifakta.co – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Goes to Campus di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif ini mengangkat tema “Peran Mahasiswa Mewujudkan Nilai-nilai Pancasila dalam Rangka Membangun Peradaban Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Acara berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed, pada Kamis (12/3).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi beserta jajaran. Turut hadir para wakil rektor, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed.

Iklan

Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Ir. Prakoso, Analis Kebijakan Ahli Utama BPIP RI, serta Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unsoed.

Sekitar 500 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan mengenai pentingnya penguatan nilai kebangsaan, toleransi, serta peran generasi muda dalam menjaga ideologi negara.

Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Prof Agus Moh Najib dalam laporannya menyampaikan bahwa program Goes to Campus merupakan salah satu upaya BPIP untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila.

Harapannya, ketika para mahasiswa kelak menjadi pemimpin, mereka mampu mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara.

“Kami ingin para mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan mampu menjiwai nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, ketika mereka menjadi pemimpin bangsa, mereka dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam penyelenggaraan negara,” kata Prof Agus.

Mewakili Rektor Unsoed, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Noor Farid, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program Pancasila Goes to Campus di kampus tersebut. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, arus globalisasi informasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks, bangsa Indonesia memerlukan pijakan nilai yang kuat.

“Pancasila bukan sekadar simbol negara atau teks yang dihafalkan. Pancasila adalah fondasi etik, orientasi moral, sekaligus arah peradaban bangsa Indonesia. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam cara berpikir, cara mengambil keputusan, serta dalam kehidupan bersama,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa. Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga tempat lahirnya gagasan dan pembentukan karakter warga negara yang bertanggung jawab.

“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, tetapi juga menjadi warga negara yang memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab kebangsaan. Mari kita jadikan Pancasila bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai energi moral untuk membangun masa depan Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting untuk mengingatkan kembali peran mahasiswa dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, mahasiswa memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan hingga lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan hingga lahirnya Pancasila dan Proklamasi. Purwokerto juga merupakan salah satu kota strategis dalam sejarah perjuangan kemerdekaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan pemahaman terhadap ideologi Pancasila perlu terus dilakukan, khususnya kepada generasi muda. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai dinamika perkembangan zaman.

Salah seorang mahasiswa Unsoed yang mengikuti kegiatan tersebut, Elfreda Yodha Wardoyo, menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan sangat penting bagi mahasiswa di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Penguatan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa sangat penting di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

(naf/kho)