TEHERAN, Ifakta.co – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial mengenai kepemimpinan Republik Islam Iran. Trump menyebut bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa “persetujuan” dari Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut segera memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran menilai ucapan itu sebagai bentuk campur tangan terhadap kedaulatan negara dan sistem politik mereka.
Iklan
Dalam respons yang tegas, pejabat Iran menegaskan bahwa kepemimpinan tertinggi negara dipilih melalui mekanisme konstitusional oleh lembaga ulama senior, yakni Assembly of Experts, bukan melalui tekanan atau persetujuan dari negara asing.
“Pemimpin kami dipilih oleh rakyat melalui mekanisme negara, bukan oleh seorang Epstein,” demikian pernyataan yang beredar dari pejabat Iran, yang secara tidak langsung menyindir Trump. Sindiran “Epstein” digunakan sebagai metafora kritik terhadap dugaan pengaruh dan campur tangan politik dari luar negeri.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi juga menegaskan bahwa negara mereka tidak akan tunduk pada tekanan eksternal.
“Siapa pun yang mencoba menentukan pemimpin kami dari luar, akan gagal. Iran tidak membutuhkan izin siapa pun,” ujar pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran.
Sistem politik Republik Islam Iran menempatkan pemimpin tertinggi yang saat ini dijabat oleh Ali Khamenei sebagai otoritas tertinggi negara yang dipilih oleh para ulama anggota Assembly of Experts. Mekanisme ini merupakan bagian dari struktur konstitusional sejak berdirinya Islamic Republic of Iran.
Analis hubungan internasional menilai pernyataan Trump berpotensi memperkeruh hubungan yang memang telah lama tegang antara Washington dan Teheran, terutama terkait isu nuklir, sanksi ekonomi, dan pengaruh geopolitik di Timur Tengah.
Di tengah situasi global yang sensitif, komentar keras dari kedua pihak dikhawatirkan akan semakin memperdalam jurang konflik diplomatik antara kedua negara yang telah berseteru selama lebih dari empat dekade.
(FA/FZA)



