SERANG, ifakta.co – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menunjukkan akselerasi pembangunan yang signifikan. Dengan mengusung visi “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi”, duet ini menggenjot delapan program prioritas yang menyasar infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi desa, hingga reformasi birokrasi.

Dalam periode awal 2025–2026, Pemerintah Provinsi Banten mengklaim pembangunan tidak lagi bertumpu pada wilayah perkotaan, melainkan diperluas hingga desa-desa, dengan pendekatan pemerataan dan penguatan sumber daya manusia.

Infrastruktur Desa Digenjot

Iklan

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa pada 2025, terdiri dari 61 ruas jalan dan satu jembatan sepanjang total 67,87 kilometer. Tahun 2026, anggaran kembali digelontorkan Rp167,4 miliar untuk pembangunan lanjutan sepanjang 46,71 kilometer.

“Program Bang Andra akan terus dikembangkan untuk menghadirkan keadilan pembangunan antarwilayah. Pusat pertumbuhan tidak boleh hanya di kota,” ujar Gubernur Andra Soni.

Tak hanya itu, 389 unit rumah tidak layak huni direnovasi, 407 kilometer jalan lingkungan dibangun, serta ribuan rumah tangga menerima bantuan listrik desa.

Layanan Kesehatan Diperluas Hingga Daerah Terpencil

Di sektor kesehatan, Pemprov Banten meresmikan fasilitas radioterapi dan kemoterapi di RSUD Banten, serta dua rumah sakit baru di wilayah selatan yakni RSUD Uwes Qorny Cilograng dan RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan 38 persen warga Banten. Melalui mobile clinic berbasis telemedicine, cakupan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) bahkan mencapai 107 persen, melampaui target nasional.

Sekolah Gratis dan Beasiswa Desa

Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta diikuti 801 sekolah dengan 60.705 siswa terverifikasi pada tahun pertama pelaksanaan. Kebijakan ini disebut sebagai strategi meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus menjawab tantangan bonus demografi.

Selain itu, Program Sarjana Penggerak Desa memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per mahasiswa pada bidang strategis seperti pertanian, perikanan, hingga teknologi informasi.

Ekonomi Tumbuh 5,37 Persen

Berdasarkan data BPS, ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen, meningkat dari 4,97 persen pada 2024. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi pascapandemi.

Di sektor pertanian, Banten masuk 10 besar nasional produsen padi dan menempati peringkat ke-8 lumbung padi nasional. Produksi padi 2025 mencapai 1,77 juta ton GKG, naik 14,41 persen dibanding tahun sebelumnya.

Investasi Tembus Rp130,2 Triliun

Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 203 persen dari target RKPD. Capaian ini menempatkan Banten di peringkat empat besar nasional dan menyerap lebih dari 214 ribu tenaga kerja.

Reformasi Birokrasi dan Integritas

Di bidang tata kelola, Pemprov Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Indeks SPBE meningkat menjadi 3,69 (kategori sangat baik), sementara Indeks Reformasi Hukum 2025 menempatkan Banten di peringkat II nasional dengan skor 99,64.

Meski demikian, KPK mengingatkan agar peningkatan integritas terus diperkuat. Skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Banten tercatat 73,22, masih di bawah target ideal 78.

Direktur Korsup Wilayah II KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang menyebut capaian tersebut patut diapresiasi namun tetap membutuhkan penguatan sistem pengawasan.

Pengamat kebijakan publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Teguh Aris Munandar, menilai pendekatan pembangunan Andra Soni lebih berbasis kebutuhan masyarakat. “Ada pergeseran paradigma. Pembangunan kini lebih spesifik dan menyentuh akar persoalan,” ujarnya.

Sementara aktivis antikorupsi Ade Irawan menyebut gaya kepemimpinan Andra Soni yang responsif terhadap keluhan publik menjadi nilai tambah dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan delapan program prioritas, Banten Bagus, Sehat, Cerdas, Kuat, Indah, Makmur, Ramah, dan Melayani pemerintahan Andra–Dimyati kini memasuki tahun kedua dengan tantangan menjaga konsistensi eksekusi serta memastikan seluruh capaian benar-benar dirasakan hingga tingkat akar rumput.(Adv)

(Sb-Alex)