TOKYO, ifakta.co – Bursa saham Jepang mengawali kembali perdagangan setelah libur panjang dengan penguatan. Indeks Nikkei melonjak setelah saham-saham yang berkaitan dengan komponen CPU mencatat kenaikan tajam.
Pada Kamis (24/9/2026), Nikkei ditutup naik 1,33% menjadi 65.883,41 pada sesi pertama perdagangan. Sementara itu, indeks Topix yang mencerminkan pergerakan saham secara lebih luas menguat tipis 0,12% ke level 4.096,01.
Penguatan bursa Jepang terjadi setelah pasar domestik tutup selama tiga hari. Perdagangan saham Jepang libur sejak Senin (21/9) hingga Rabu (23/9) karena rangkaian hari libur nasional.
Iklan
Saham Komponen CPU Jadi Penggerak
Salah satu perhatian utama pasar datang dari saham perusahaan yang bergerak di sektor komponen CPU. Saham Ibiden, produsen komponen central processing unit, melonjak 15,47%.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Meta Platforms memperkenalkan Meta Charm. Perangkat genggam berukuran kecil itu dirancang untuk menggunakan asisten kecerdasan buatan atau AI bernama Muse.
Peluncuran Meta Charm kemudian mendorong minat investor terhadap perusahaan yang berkaitan dengan komponen komputer. Kondisi tersebut ikut mengangkat sejumlah saham teknologi di bursa Jepang.
Kazuaki Shimada, kepala strategi IwaiCosmo Securities, mengatakan pengumuman Meta tersebut turut mengangkat saham perusahaan lain yang berkaitan dengan CPU.
Saham Socionext, Meiko Electronic, dan Ushio Inc masing-masing melonjak lebih dari 10%. Bersama Ibiden, keempat saham tersebut masuk lima besar saham dengan kenaikan terbesar di pasar utama Bursa Efek Tokyo.
Produsen peralatan pengujian chip Advantest juga menguat 4,09%. Kenaikan saham tersebut memberikan dorongan terbesar terhadap pergerakan indeks Nikkei.
Sementara itu, SoftBank Group hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0,52%.
“Dalam sesi-sesi terakhir, saham-saham terkait chip cenderung tahan terhadap kenaikan imbal hasil,” kata Shimada.
Imbal Hasil Obligasi Jepang Naik
Di tengah penguatan saham teknologi, pasar obligasi Jepang menghadapi tekanan. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik menjadi 3,055%.
Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak Agustus 1996. Kenaikan imbal hasil terjadi setelah aksi jual obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memengaruhi sentimen pasar.
Selain itu, investor juga mencermati risiko inflasi. Pelemahan yen terhadap dolar AS pada perdagangan malam sebelumnya menjadi salah satu faktor yang menambah kekhawatiran tersebut.
Kondisi pasar obligasi dan pergerakan mata uang turut memberikan tekanan pada sejumlah sektor saham Jepang.
Saham Bank Tertekan
Sektor perbankan menjadi salah satu kelompok saham yang melemah pada perdagangan Kamis. Penurunan tersebut ikut membatasi penguatan indeks Topix.
Mitsubishi UFJ Financial Group tercatat turun 1,08%. Kemudian, saham Sumitomo Mitsui Financial Group melemah 1,6%.
Mizuho Financial Group juga turun lebih dalam sebesar 2,02%.
Sementara itu, indeks saham nilai TSE turun tipis 0,2%. Sebaliknya, indeks saham pertumbuhan berhasil menguat 0,48%.
Pergerakan saham di pasar utama Bursa Efek Tokyo juga menunjukkan kecenderungan positif. Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan, sekitar 53% saham tercatat menguat.
Sebanyak 43% saham mengalami penurunan, sedangkan sekitar 3% saham lainnya bergerak stabil.
Dengan demikian, penguatan Nikkei pada perdagangan perdana setelah libur nasional terutama mendapat dorongan dari saham-saham terkait chip dan komponen CPU. Namun, tekanan pada saham perbankan, kenaikan imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran inflasi tetap menjadi perhatian investor di pasar Jepang.
(den/jo)



