TANGERANG, ifakta.co – Kondisi jalan poros belakang Kantor Kecamatan Gunung Kaler, tepatnya di Desa Gunung Kaler, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat itu mengalami kerusakan cukup serius, memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan serta menghambat aktivitas warga.
Kendati demikian, Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek (PWGK) Kabupaten Tangerang menyatakan keprihatinan mendalam atas rusaknya infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut. Jalan poros itu diketahui menghubungkan tiga desa, yakni Desa Gunung Kaler, Desa Cipaeh, dan Desa Rancagede.
Ketua PWGK Kabupaten Tangerang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan langsung laporan terkait kerusakan jalan tersebut kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang.
Iklan
“Kerusakan ini bukan hal baru. Kami sudah sampaikan secara langsung agar segera ada penanganan serius, karena ini menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang DBMSDA Kabupaten Tangerang saat dikonfirmasi menyatakan akan menindaklanjuti dan melakukan pengecekan terlebih dahulu. “Akan kami tindak lanjuti dan cek ke lokasi,” ujarnya saat dimintai keterangan oleh Ketua PWGK.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Kaler, Cecep AS, turut menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk. Menurutnya, kerusakan jalan sangat berdampak pada mobilitas warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Kami sangat berharap agar jalan yang terlihat rusak ini segera direalisasikan perbaikannya. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” ujar Cecep.
Diketahui sebelumnya pada Tahun Anggaran 2025, jalan tersebut memang telah dilakukan betonisasi. Namun pengerjaannya belum merata, sehingga saat ini kerusakan kembali terjadi di sejumlah titik. Kondisi ini dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.
Terpisah, Warga Desa Cipaeh, Tubi (45), juga mendesak agar dinas terkait segera merealisasikan pembangunan lanjutan berupa betonisasi menyeluruh, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.
PWGK Kabupaten Tangerang pun menegaskan akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang agar tidak abai terhadap persoalan infrastruktur, khususnya jalan-jalan rusak di wilayah Dapil II. Mereka menilai, dengan besarnya anggaran daerah, sudah seharusnya persoalan infrastruktur dasar seperti jalan tidak lagi menjadi keluhan berlarut-larut masyarakat.
Kini warga hanya berharap, janji tindak lanjut tidak sekadar menjadi jawaban normatif, melainkan benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Gunung Kaler.
Sumber : PWGK Kabupaten Tangerang



