SEMARANG, ifakta.co – Deretan ruko Pasar Bunga Kalisari yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, menjadi salah satu ikon lama Kota Semarang yang hingga kini masih ramai dikunjungi.

Terletak tepat di depan kawasan wisata Kampung Pelangi, pasar bunga ini menjadi tujuan utama masyarakat yang mencari aneka bunga segar dengan harga terjangkau.

Puluhan ruko tampak berjajar memanjang dan tertata rapi setelah dilakukan pembenahan sejak 2017. Penataan tersebut tidak hanya membuat suasana pasar semakin nyaman bagi pengunjung, tetapi juga mempercantik wajah kawasan kota yang berada di jalur utama lalu lintas.

Iklan

Beragam jenis bunga lokal tersedia di pasar ini, mulai dari mawar, krisan, pikok, hingga bunga matahari. Bunga-bunga tersebut dijual secara satuan dengan harga mulai dari Rp5.000 per tangkai. Selain pembelian satuan, pedagang juga melayani pembuatan buket, rangkaian bunga, hingga papan bunga untuk berbagai kebutuhan acara.

Salah satu pedagang bunga, Fio, mengatakan usaha yang ia jalani merupakan usaha turun-temurun keluarganya dan telah ada sejak lama, bahkan sebelum deretan ruko Pasar Bunga Kalisari dibangun seperti sekarang.

“Ini usaha temurun. Dulu sebelum ada ruko-ruko seperti sekarang, keluarga saya sudah jualan tanaman. Seiring waktu, ikut berkembang sampai sekarang fokus ke buket dan rangkaian bunga,” ujar Fio kepada ifakta.co, Sabtu (31/1).

Ia menjelaskan, pasokan bunga didatangkan dari Malang dan rutin dikirim tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat, untuk menjaga kesegaran bunga yang dijual.

Menurut Fio, penjualan biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti musim wisuda, perayaan Valentine, Hari Ibu, hingga Hari Guru.

“Paling ramai itu kalau lagi ada wisuda atau perayaan-perayaan tertentu. Permintaan buket biasanya naik cukup drastis,” katanya.

Meski demikian, Fio mengakui persaingan antar pedagang menjadi tantangan tersendiri, mengingat banyaknya penjual bunga yang berjejer di kawasan tersebut. Namun, lokasi yang strategis menjadi keunggulan Pasar Bunga Kalisari.

“Persaingannya pasti ada karena penjualnya banyak. Tapi untungnya tempat ini strategis, dekat dengan kampus-kampus, jalan raya, dan persis di depan wisata Kampung Pelangi. Pasar ini juga sudah terkenal dan ikonik,” ungkapnya.

Keberadaan Pasar Bunga Kalisari tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan bunga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kota. Deretan ruko bunga yang berwarna-warni turut memperkaya daya tarik visual kawasan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga setempat.

(naf/kho)