JAKARTA, ifakta.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 2.285 kejadian bencana di Indonesia hingga Selasa (3/11/2026). Jumlah tersebut bertambah tujuh peristiwa dibandingkan sehari sebelumnya. Banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem menjadi bagian dari kejadian terbaru yang dilaporkan pemerintah daerah.
BNPB mencatat tambahan kejadian banjir di Deli Serdang, Lumajang, Malang, dan Pidie Jaya. Dua peristiwa kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Parigi Moutong serta Klaten, sedangkan satu kejadian cuaca ekstrem tercatat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Memasuki November, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai meningkat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dapat memicu luapan sungai, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan infrastruktur. BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi.
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menghadapi dampak berlapis akibat hujan sejak 1 November. Luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di 13 desa pada tujuh kecamatan. Sejumlah akses jalan turut terganggu oleh material bencana.
Pendataan sementara menunjukkan 1.567 kepala keluarga terdampak dan 13 rumah mengalami kerusakan. BNPB menyebut tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian peristiwa yang tercatat pada pembaruan tersebut. Jumlah terdampak masih dapat berubah seiring asesmen petugas.
Badan penanggulangan bencana daerah bekerja bersama unsur kecamatan, desa, PLN, dan aparat setempat untuk melakukan penanganan. Tim reaksi cepat mendata kebutuhan 117 kepala keluarga di Desa Purorejo dan membantu pembukaan jalan penghubung Tamansari–Iburaja yang tertutup longsor.
Di Aceh, banjir Kota Subulussalam berdampak pada sekitar 2.245 kepala keluarga. Kabupaten Aceh Selatan mencatat sekitar 222 kepala keluarga terdampak. Petugas masih memantau perkembangan kondisi air dan kebutuhan warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Banjir di Deli Serdang dilaporkan berdampak pada sekitar 13 kepala keluarga. Di Kabupaten Malang, sekitar 43 kepala keluarga terdampak. Menurut pembaruan BNPB, genangan pada dua wilayah tersebut telah surut sehingga penanganan beralih pada pemantauan dan pemulihan.
BNPB mengingatkan warga yang tinggal dekat sungai atau lereng untuk memperhatikan kenaikan muka air, retakan tanah, dan pohon yang mulai miring. Tanda bahaya perlu segera disampaikan kepada petugas agar langkah pengamanan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan jalur evakuasi, tempat pengungsian, dan komunikasi peringatan dini siap digunakan. Data kerusakan serta jumlah warga terdampak menjadi dasar penentuan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan fasilitas umum.
Kesiapsiagaan membutuhkan kerja sama pemerintah, relawan, dan masyarakat. Informasi mengenai perkembangan bencana sebaiknya diperbarui secara berkala agar warga dapat mengambil keputusan dengan tepat serta menghindari informasi yang belum terverifikasi.
Selain bantuan darurat, warga terdampak memerlukan kepastian mengenai perbaikan rumah dan akses transportasi. Pemerintah daerah perlu memperbarui data secara terbuka agar penyaluran bantuan dapat dipantau.
(wl/wl)


























