YOGYAKARTA, ifakta.co – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali mencatat prestasi internasional. Kali ini, dua jurnal ilmiahnya, yaitu Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) dan Gadjah Mada International Journal of Business (GamaIJB), berhasil meraih indeksasi dari Australian Business Deans Council (ABDC) pada Maret 2026.

Dengan capaian ini, FEB UGM tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga memperkuat posisi riset bisnis Indonesia di tingkat global.

Editor in Chief JIEB, Widya Paramita, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terjadi secara instan. Sebaliknya, tim pengelola jurnal telah membangun fondasi kuat sejak lama hingga akhirnya JIEB mampu terindeks Scopus dan kini diakui ABDC.

Iklan

“ABDC merupakan indeks yang banyak digunakan oleh negara negara dengan peringkat atau dengan performa riset yang sudah lebih maju dibandingkan dengan Indonesia. Dengan keberhasilan ini, mengukuhkan reputasi JIEB sebagai jurnal berkualitas tinggi dan kredibilitas jurnal tersebut di tingkat internasional,” ujarnya, Jumat (10/4).

Selain itu, Widya menegaskan bahwa proses indeksasi membutuhkan waktu panjang. Tim pengelola menjalani proses sekitar dua tahun, termasuk satu tahun fase intensif sebelum pengajuan pada 2023. Mereka juga harus mendapatkan pengakuan dari akademisi internasional, khususnya dari Australia, agar jurnal lebih eksis di komunitas global.

Di sisi lain, indeksasi ABDC membuka peluang lebih luas bagi JIEB untuk berkontribusi pada isu global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, jurnal ini kini memiliki daya tawar lebih tinggi dalam menghadirkan penelitian berkualitas yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Unit Publikasi, Arika Artiningsih, menyampaikan bahwa tim juga aktif memperkenalkan JIEB ke akademisi internasional, khususnya di Australia.

“Akhirnya, JIEB mendapatkan rekomendasi dari sekitar 16 profesor internasional dari berbagai universitas di Australia,” jelas Arika.

Namun demikian, keberhasilan ini juga membawa tantangan baru. Tim pengelola harus menjaga konsistensi kualitas artikel, memperluas jaringan reviewer internasional, serta meningkatkan jumlah sitasi. Selain itu, mereka juga perlu mengelola dewan editor lintas negara secara efektif.

Strategi JIEB dalam Menjawab Tantangan

Untuk menghadapi tantangan tersebut, JIEB menerapkan berbagai strategi. Pertama, mereka meningkatkan kualitas proses editorial dengan melibatkan lebih banyak editor, reviewer, dan penulis dari luar negeri. Kedua, mereka menerapkan sistem double blind peer review yang transparan dan efisien. Selain itu, mereka juga aktif meningkatkan visibilitas jurnal melalui kolaborasi dan kegiatan internasional.

“Beberapa hal yang sudah kami lakukan antara lain menggelar Konferensi GAMAICEB, kerja sama dengan sekolah bisnis yang sudah terakreditasi untuk mendukung conference, workshop dengan ITB dan BINUS, serta kolaborasi internasional dengan universitas-universitas di Malaysia, Singapura, dan juga Vietnam untuk menjaring penulis-penulis internasional,” ungkap Arika.

Ke depan, JIEB terus menargetkan indeksasi di basis data internasional lainnya, seperti Web of Science, guna memperluas dampak global.

“Kami akan menjaga kualitas artikel secara konsisten, penguatan tata kelola internal, serta kenaikan peringkat dalam ABDC,” pungkas Arika.

Selain itu, dukungan dari Unit Publikasi Ilmiah FEB UGM juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan akreditasi jurnal. Melalui berbagai langkah strategis, FEB UGM berharap seluruh jurnalnya dapat meraih pengakuan global yang lebih luas di masa depan.

(naf/kho)