JAKARTA, ifakta.co — Penerapan rekayasa lalu lintas berupa contra flow dan one way menjadi strategi utama untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran. Namun, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada kedisiplinan para pengguna jalan dalam mematuhi aturan yang berlaku.
Berdasarkan informasi dari Buku Saku JSMR Edisi 9, para pemudik diimbau untuk memahami dan menaati ketentuan saat melintas di jalur rekayasa tersebut. Hal ini penting guna mencegah terjadinya kecelakaan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman hingga tujuan.
Pada jalur contra flow, pengendara diminta untuk tetap berada di lajur yang telah ditentukan, tidak berpindah jalur secara sembarangan, serta menjaga jarak aman antar kendaraan. Selain itu, kecepatan kendaraan juga harus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang cenderung lebih padat dari biasanya.
Iklan
Sementara itu, pada sistem one way, seluruh kendaraan diwajibkan mengikuti arah arus yang telah ditetapkan. Pengendara dilarang keras melawan arus maupun berhenti di bahu jalan tanpa alasan darurat, karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Petugas di lapangan juga akan melakukan pengawasan ketat guna memastikan aturan ini dijalankan dengan baik. Sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan selama perjalanan mudik.
Dengan mematuhi aturan di jalur rekayasa lalu lintas, diharapkan arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar, serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga kedisiplinan setiap pengendara menjadi kunci utama perjalanan yang aman dan nyaman.(AMN)


