YOGYAKARTA, ifakta.co – Sepuluh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan UNY Mengabdi di Dusun Carikan, Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.
Program yang berlangsung pada Februari hingga Maret 2026 ini merupakan bagian dari Pembelajaran Luar Kampus (PLK) dan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Arsitektur, serta didampingi oleh dosen pembimbing lapangan Dr. Agung Hastomo, M.Pd.
Iklan
Humas UNY Mengabdi Dusun Carikan 2026, Sinta Febriyanti Wijaya, menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa yang ingin mengonversi kegiatan pengabdian tersebut sebagai pengganti mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Program ini kami ikuti karena bisa mengonversi KKN dengan mata kuliah, sehingga pada semester tujuh nanti kami lebih leluasa jika ingin mengambil magang atau praktik kerja lapangan,” katanya, dikutip dari kanal UNY, Minggu (15/3).
Dalam pelaksanaannya, kelompok ini terdiri atas empat mahasiswa Manajemen, dua mahasiswa PGSD, serta empat mahasiswa Arsitektur. Mereka menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Mahasiswa dari Program Studi Manajemen berfokus pada pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan tersebut mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pembuatan lokasi usaha di Google Maps, hingga penguatan aspek branding usaha.
“Sejauh ini sudah ada lima UMKM yang kami dampingi. Ada yang sudah dibuatkan NIB, ada juga yang dibantu membuat Google Maps, dan dalam waktu dekat akan dilakukan proses pengurusan sertifikasi halal,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa PGSD menyelenggarakan sejumlah kegiatan kreatif bagi anak-anak di dusun tersebut.
Kegiatan yang dilakukan antara lain pelatihan ekoprint menggunakan daun pada totebag serta sosialisasi pengelolaan sampah menjadi produk sederhana seperti gantungan kunci dan tempat pensil.
Di sisi lain, mahasiswa Arsitektur menjalankan program berbasis penataan ruang dan lingkungan. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan peta dusun, pemasangan papan penunjuk arah (signage), desain rumah sehat ramah lingkungan, hingga perencanaan ruang terbuka hijau (RTH).
“Program arsitektur ini sebagian besar berupa rancangan yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat, seperti peta dusun yang dapat dipasang di pos ronda atau rumah dukuh,” jelasnya.
Selain menjalankan program sesuai bidang keilmuan masing-masing, para mahasiswa juga melaksanakan dua program utama secara bersama-sama.
Program tersebut adalah pembuatan tempat sampah khusus botol plastik di setiap RT serta sosialisasi pembuatan eco-enzyme dari limbah dapur yang ditujukan bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sinta menuturkan bahwa pemilihan Dusun Carikan sebagai lokasi pengabdian berawal dari survei yang dilakukan ke sejumlah wilayah sebelum akhirnya menemukan lokasi yang dinilai paling mendukung kegiatan mahasiswa.
“Kami sempat survei ke enam kalurahan, tetapi Dusun Carikan yang paling terbuka menerima kami. Dukuhnya juga sangat mendukung dan masyarakatnya ramah, sehingga kami merasa cocok menjalankan program di sini,” ucapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Dusun Carikan terakhir kali menerima kegiatan KKN pada tahun 2008. Karena itu, kehadiran mahasiswa melalui program UNY Mengabdi diharapkan dapat membawa gagasan baru sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Adapun kelompok UNY Mengabdi Dusun Carikan 2026 terdiri atas Bagas Kabul Riyanto (Ketua), Benedikta Gloria Anjaswari, Alifatul Barirah, Yuni Puji Nugrahini, Nabila Kholidiya, Astri Roikhanah, Sinta Febriyanti Wijaya, Nasywan Syehka Aryo Putra, Andi Radit Saputra, dan Dicky Afriyansyah.
(naf/kho)


