BANGKOK, Ifakta.co –  Di balik rak-rak sayuran yang tampak biasa, perubahan diam-diam sedang terjadi di sejumlah supermarket Thailand. Plastik sekali pakai yang selama ini mendominasi kemasan mulai disingkirkan, digantikan oleh daun pisang sebuah langkah sederhana yang menyimpan pesan besar tentang krisis limbah yang kian mendesak.

Inisiatif ini bukan sekadar inovasi estetika, melainkan respons atas meningkatnya tekanan terhadap industri ritel untuk bertanggung jawab atas jejak sampah yang dihasilkan. Di tengah sorotan global terhadap polusi plastik, sejumlah pelaku usaha di Thailand memilih kembali ke cara tradisional sebagai solusi modern.

Di beberapa gerai ritel, sayuran, buah, hingga makanan siap saji kini dibungkus dengan daun pisang yang dilipat rapi dan diikat menggunakan tali bambu. Selain ramah lingkungan, kemasan alami ini juga mudah terurai dan aman untuk makanan.

Iklan

CEO salah satu jaringan ritel di Thailand, Boonchai Chokwatana, mengatakan penggunaan daun pisang merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini mendominasi kemasan produk.

“Thailand memiliki kekayaan bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif kemasan. Daun pisang adalah solusi lokal yang murah, mudah terurai, dan tetap menjaga kualitas produk,” ujarnya dalam keterangan kepada media lokal.

Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan akademisi dan pakar lingkungan. Peneliti lingkungan dari Chulalongkorn University, Thammasak Thammasitboon, menilai penggunaan bahan alami seperti daun pisang dapat menjadi solusi nyata dalam menekan produksi sampah plastik.

Menurutnya, sektor ritel memiliki peran besar dalam mengurangi limbah karena sebagian besar kemasan plastik berasal dari produk makanan dan kebutuhan sehari-hari.

“Jika supermarket besar mulai beralih ke bahan alami, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap pengurangan sampah plastik,” kata Thammasak.

Inisiatif ini juga disambut positif oleh konsumen. Banyak pembeli mengaku lebih tertarik dengan produk yang dikemas secara ramah lingkungan karena dianggap lebih sehat sekaligus membantu menjaga bumi.

Pemerintah Thailand sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui berbagai kebijakan dan kampanye lingkungan. Langkah supermarket menggunakan daun pisang ini pun menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dapat menjadi solusi modern bagi krisis sampah plastik global.

(FA/FZA)