JAKARTA, ifakta.co – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap anak-anak disabilitas dan keluarga mereka dalam momentum bulan suci Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan dan silaturahmi bersama keluarga penyandang disabilitas di Kecamatan Panggul, Trenggalek, Minggu (15/3) kemarin.
Di hadapan para orang tua dan anak-anak disabilitas, Novita menegaskan bahwa setiap manusia memiliki keistimewaan masing-masing. Ia menilai, kesempurnaan tidak selalu diukur dari kondisi fisik, melainkan dari ketulusan hati dan semangat hidup.
Iklan
“Adik-adik di sini bukan ‘kurang’, tetapi hanya berbeda dengan cara yang luar biasa. Setiap manusia diciptakan membawa cahayanya masing-masing,” ujarnya.
Apresiasi untuk Orang Tua
Novita juga memberikan penghormatan kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, kasih sayang dan ketulusan orang tua merupakan bentuk pengabdian sekaligus ibadah yang luar biasa.
“Bapak dan Ibu adalah pahlawan sesungguhnya. Kesabaran dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak adalah pelajaran besar bagi kita semua tentang arti keikhlasan,” ungkapnya.
Dorong Sinergi Layanan Disabilitas
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar layanan bagi penyandang disabilitas dapat berjalan optimal. Ia menyoroti keberadaan Rumah Terapi Bina Permata di Kecamatan Panggul sebagai upaya mendekatkan akses layanan kepada masyarakat.
“Saya ingin memastikan Rumah Terapi ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Ini adalah upaya agar anak-anak kita bisa mendapatkan layanan terapi lebih dekat dan mudah,” jelasnya.
Novita juga mengajak pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait untuk lebih aktif dalam pendataan dan respons terhadap kebutuhan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
Perlindungan Anak Jadi Prioritas
Ia menegaskan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikologis, maupun berbasis digital.
“Kita harus memastikan tidak ada satu pun warga yang berjalan sendirian. Negara harus hadir, dan kita semua harus saling menjaga,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Novita turut menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga yang hadir sebagai simbol kepedulian dan solidaritas di bulan Ramadan.
“Bingkisan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah tanda kasih sayang bahwa kita adalah satu keluarga besar yang saling menguatkan. Saya berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung anak-anak disabilitas agar tetap percaya diri dan memiliki masa depan yang cerah,” pungkasnya.
(alx/sbt)



