BANYUMAS, ifakta.co – Menjelang mudik Lebaran, Universitas Brawijaya (UB) melalui Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja selama perjalanan menuju kampung halaman.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya edukasi keselamatan kepada masyarakat agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman, sehat, dan nyaman.

Kepala Divisi K3L UB, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah,  mengatakan bahwa tradisi mudik merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Namun di balik tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut, risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat.

Iklan

Menurutnya, prinsip keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja atau kampus, tetapi juga relevan dalam aktivitas perjalanan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Prinsip K3 pada dasarnya mengajarkan kita untuk mengidentifikasi risiko sejak awal dan melakukan langkah pencegahan agar perjalanan tetap aman,” ujarnya dalam laman UB.

Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum berangkat mudik adalah memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Pemeriksaan terhadap komponen penting seperti mesin, rem, ban, serta lampu kendaraan perlu dilakukan untuk mencegah gangguan teknis selama perjalanan.

“Banyak kecelakaan terjadi karena faktor teknis kendaraan yang sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan sederhana sebelum berangkat. Karena itu, pastikan kendaraan benar-benar siap digunakan,” jelasnya.

Selain memastikan kondisi kendaraan, perencanaan perjalanan juga menjadi hal penting dalam menjaga keselamatan. Pemudik disarankan untuk merencanakan rute perjalanan dengan baik serta menentukan titik istirahat agar tidak mengalami kelelahan saat berkendara.

Dosen Kesehatan Masyarakat tersebut menambahkan bahwa kelelahan saat mengemudi menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi.

“Jika mulai merasa mengantuk atau kehilangan konsentrasi, jangan memaksakan diri. Segera berhenti di rest area untuk beristirahat. Istirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan fokus saat berkendara,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemudik juga dianjurkan membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K, senter, serta alat keselamatan seperti segitiga pengaman. Perlengkapan tersebut dapat membantu jika terjadi kondisi darurat selama perjalanan.

“Perlengkapan keselamatan sering dianggap sepele, padahal dalam situasi tertentu bisa sangat membantu. Prinsipnya adalah selalu siap menghadapi kemungkinan risiko di jalan,” tambahnya.

Selain memperhatikan keselamatan selama perjalanan, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Langkah sederhana seperti mengunci pintu dan jendela, mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan, serta memastikan kompor dan saluran gas tertutup dengan baik perlu dilakukan.

“Langkah sederhana seperti memastikan rumah dalam kondisi aman juga bagian dari penerapan K3 dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat bepergian dengan lebih tenang,” katanya.

Melalui edukasi ini, Prof. Qomariyatus berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, sehat, dan nyaman. Dengan persiapan yang matang serta kesadaran terhadap pentingnya keselamatan, diharapkan momen Lebaran dapat dirayakan bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.

Sejalan dengan kampanye keselamatan tersebut, pesan yang diusung adalah “Keluarga Aman, Mudik Bahagia, Kecelakaan Skip.”Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan mudik.

(naf/kho)