BANYUMAS, ifakta.co – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar forum hearing antara mahasiswa dan pimpinan fakultas di Mimbar Demokrasi Gedung C FH UB, pada Kamis (12/3).

Kegiatan itu menjadi wadah dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta berbagai isu yang berkembang di lingkungan akademik.

Forum tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, perwakilan organisasi mahasiswa, serta mahasiswa FH UB. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menjaga komunikasi yang terbuka antara mahasiswa dan pimpinan kampus.

Iklan

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr. Muktiono,  menegaskan bahwa mimbar demokrasi merupakan salah satu tradisi akademik yang terus dijaga di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang memungkinkan pertukaran gagasan secara terbuka dan konstruktif.

“Fakultas Hukum Universitas Brawijaya selalu membuka ruang dialog bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Forum seperti ini penting agar komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan dapat berjalan secara terbuka, sekaligus menjadi sarana mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang ada,” ujar Muktiono.

Ia juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa yang aktif menyampaikan pandangan, masukan, maupun kritik secara akademis dalam forum tersebut.

“Kami berharap diskusi ini tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan disampaikan dengan argumentasi yang kuat dan tetap menjunjung etika akademik,” tambahnya.

Dalam forum hearing tersebut, mahasiswa mengangkat berbagai isu yang berkaitan dengan kegiatan akademik, aktivitas kemahasiswaan, hingga pengembangan lingkungan kampus.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pimpinan fakultas yang memberikan penjelasan serta menanggapi berbagai pertanyaan dan masukan dari mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FH UB menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan fakultas.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang partisipatif, inklusif, serta responsif terhadap aspirasi sivitas akademika.

(naf/kho)