JAKARTA, ifakta.co – Pertarungan melawan kartel narkoba tak lagi semata soal peluru dan perbatasan. Ia telah menjelma menjadi perang senyap yang berpusat pada satu hal, yakni aliran uang. Di titik inilah nama Donald Trump kembali mengemuka, dengan pendekatan yang menempatkan finansial kartel sebagai sasaran utama.

Dalam sejumlah pernyataan politiknya, Trump menegaskan bahwa kartel Meksiko tidak hanya berbahaya karena jaringan distribusi narkotika, tetapi juga karena kekuatan finansialnya yang masif.

Iklan

Uang hasil perdagangan gelap dinilai menjadi bahan bakar utama yang menjaga mesin organisasi tetap hidup, untuk membiayai perekrutan, pembelian senjata, hingga praktik suap lintas batas.

Fokus pada jalur keuangan berarti memperketat pengawasan transaksi mencurigakan, membekukan aset, serta memperluas sanksi terhadap individu dan entitas yang terhubung dengan kartel. Sejumlah lembaga federal di Amerika Serikat didorong untuk meningkatkan koordinasi dalam membongkar praktik pencucian uang yang kerap memanfaatkan sistem perbankan internasional dan perusahaan cangkang.

Langkah ini juga berkaitan dengan wacana pelabelan kartel sebagai organisasi teroris asing dan sebuah status yang membuka ruang lebih luas bagi penindakan finansial dan penegakan hukum lintas yurisdiksi.

Dengan label tersebut, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap pihak-pihak yang dianggap membantu atau memfasilitasi aktivitas kartel.

Namun, pendekatan finansial bukan tanpa tantangan. Uang kartel dikenal cair dan adaptif. Mereka memanfaatkan teknologi, mata uang kripto, hingga jaringan bisnis legal sebagai kedok. Setiap celah regulasi menjadi pintu masuk untuk menyamarkan jejak dana.

Di sisi lain, pemerintah Meksiko menghadapi tekanan diplomatik yang tidak ringan. Kerja sama bilateral menjadi kunci, sebab aliran uang tidak mengenal batas geografis.

Tanpa koordinasi yang solid, kebijakan sepihak berisiko memicu ketegangan politik. Trump memposisikan perang terhadap uang kartel sebagai bagian dari agenda keamanan nasional.

Namun para analis mengingatkan, selama permintaan narkotika tetap tinggi dan korupsi belum sepenuhnya diberantas, sumber dana kartel akan terus mengalir.

Pertarungan ini, pada akhirnya, bukan hanya soal siapa yang paling keras bersuara. Ia adalah adu strategi antara negara dan jaringan kriminal global. Jika peluru menargetkan tubuh organisasi, maka pembekuan aset menargetkan nadinya.

Dan dalam perang modern melawan narkotika, memutus aliran uang bisa jadi lebih mematikan daripada satu kali operasi bersenjata.
(Fa/Fza)