JAKARTA, ifakta.co – Sosis Solo merupakan salah satu kuliner khas dari Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang memiliki kisah sejarah menarik di balik kelezatannya.
Meski menggunakan nama “sosis”, bentuk dan tampilannya berbeda dari sosis pada umumnya. Alih-alih dibungkus usus seperti sosis Eropa, makanan ini menggunakan telur dadar tipis sebagai pembungkusnya.
Sejarah Sosis Solo: Adaptasi Kreatif dari Masa Kolonial
Iklan
Kemunculan Sosis Solo tidak lepas dari masa kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Saat itu, orang-orang Belanda yang tinggal di Solo memiliki kebiasaan menikmati hidangan berbahan dasar daging sapi, termasuk sosis, dalam berbagai acara pertemuan dan jamuan makan.
Kebiasaan tersebut memancing rasa ingin tahu masyarakat lokal. Namun keterbatasan bahan dan perbedaan teknik memasak membuat masyarakat tidak meniru secara langsung. Mereka melakukan adaptasi sesuai bahan yang tersedia di dapur Jawa.
Jika sosis Eropa menggunakan daging giling yang dimasukkan ke dalam usus hewan, maka masyarakat Solo menggantinya dengan telur yang didadar tipis. Isiannya tetap berupa daging ayam atau sapi cincang yang dibumbui dengan rempah khas Nusantara seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
Sejarawan Solo, Heri Priyatmoko, menyebut Sosis Solo sebagai bentuk silang budaya yang unik. Hidangan ini bukan sekadar tiruan, melainkan hasil kreativitas lokal yang menggabungkan pengaruh Barat dengan cita rasa Jawa.
Ada pula versi cerita yang menyebutkan bahwa Paku Buwono X turut berperan dalam mengembangkan atau mempopulerkan hidangan ini di lingkungan keraton. Namun sumber lain menyebut makanan ini lahir dari kreativitas pengusaha restoran Tionghoa di Solo yang menyesuaikan selera kolonial dengan teknik memasak lokal.
Yang jelas, Sosis Solo adalah bukti bahwa dapur Nusantara mampu mengolah pengaruh luar menjadi identitas baru yang khas dan bertahan hingga sekarang.
Resep Sosis Solo Isi Ayam
Berikut resep praktis yang bisa Anda coba di rumah.
Bahan Kulit:
- 1 butir telur
- 370 gram tepung terigu
- 3 sendok makan tepung tapioka
- 800 ml air
- ½ sendok teh garam
- ½ sendok teh lada bubuk
- Minyak untuk olesan
Bahan Isi:
- 250 gram dada ayam tanpa tulang
- 65 ml santan kental
- 100 ml air
- 1 batang serai, memarkan
- 2 lembar daun jeruk
- 1 lembar daun salam
- ½ ruas jahe, memarkan
- ½ sendok makan garam
- 1 sendok teh lada bubuk
- 1 sendok makan gula pasir
- ½ sendok makan kaldu jamur
- 5 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
- 3 siung bawang putih
- 6 siung bawang merah
- 3 butir kemiri (sangrai)
- 1 sendok teh ketumbar
Bahan Pelengkap:
- 1 butir telur (kocok lepas untuk celupan)
- Cabai rawit secukupnya
Cara Membuat
1. Membuat Isian
- Rebus atau kukus ayam hingga matang, suwir dan cincang halus.
- Tumis bumbu halus bersama serai, jahe, daun jeruk, dan daun salam hingga harum.
- Masukkan ayam, garam, gula, lada, dan kaldu jamur. Aduk rata.
- Tuangkan santan dan air. Masak hingga bumbu meresap dan cairan menyusut.
- Angkat dan dinginkan.
2. Membuat Kulit
- Campurkan tepung terigu, tepung tapioka, dan air. Aduk hingga halus lalu saring agar tidak bergerindil.
- Tambahkan telur, garam, dan lada. Aduk rata.
- Panaskan teflon, oles tipis minyak.
- Tuang satu sendok sayur adonan, ratakan hingga tipis seperti membuat crepes.
- Masak hingga matang, angkat. Ulangi sampai habis.
3. Membentuk dan Menggoreng
- Ambil satu kulit, beri isian secukupnya.
- Lipat sisi kanan-kiri, lalu gulung rapat.
- Rekatkan ujungnya dengan putih telur.
- Celupkan ke telur kocok.
- Goreng hingga kuning keemasan. Tiriskan.
Sosis Solo siap disajikan. Nikmati selagi hangat bersama cabai rawit.
(naf/kho)



